post image
KOMENTAR

PENYELENGGARAAN Indonesia Muslim Life Style (Muslim Life Fest) yang digelar oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) memperkuat Indonesia dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah keuangan ekonomi syariah dunia tahun 2024.

Hal itu ditegaskan Ketua KPMI Rachmat Sutarnas Marpaung dalam konferensi pers Muslim Life Fest di Jakarta Convention Center (JCC) Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (30/8).

Rachmat mengatakan, penyelenggaraan Muslim Life Fest merupakan perwujudan implementasi penguatan industri halal dan syariah.

Hal ini juga didukung Indonesia sebagai negara populasi muslim tertinggi di dunia, yaitu 87 persen dari total penduduk Indonesia sebanyak 261 juta jiwa, atau sebesar 12,7 persen muslim di dunia ada di Indonesia.

“Melihat bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, jadi kita melihat negara-negara tetangga misalnya Malaysia, Singapore, kemudian Jepang itu mereka sudah punya pameran industri halal sejak cukup lama beberapa tahun, kenapa  kita sebagai negara dengan populasi terbesar tidak melihat ini sebagai suatu peluang untuk meningkatkan perekonomian Indonesia,” ungkap Rachmat.

Melihat peluang tersebut, Rachmat memandang bahwa Muslim Life Fest yang direncanakannya pada tahun 2018 yang mengusungkan konsep Business to Bussiness (B2B) dan Business to Costumer (B2C) ini, strategi tepat untuk mempersiapkan  Indonesia sebagai tuan rumah keuangan ekonomi syariah dunia tahun 2024.

“Tahun 2018, kami bertemu kami berencana untuk membuat konsep tentang B to B dan B to C yang bisa berintegrasi apalagi kita tahu bahwa pemerintahan Indonesia melalui  Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) rencanakan Indonesia menjadi tuan rumah dari keuangan ekonomu syariah dunia tahun tahun 2024,” lanjut dia.

Lanjut Rachmat, Muslim Life Fest juga mendorong mewujudkani master plan KNKS di delapan sektor diantaranya sekolah berbasis islam, modest fashion, halal food, halal travel, sharia property, halal cosmetic, halal media dan startup berbasis syariah.

“Kita melihat bahwa sektor-sektor ini sangat perlu dikembangkan untuk menjadi basis pengembangan industri keuangan dan perkonomian syariah,” ujar Rachmat yang didampingi Bendaraha KPMI Teuku Fadhil Aruna, dan Ketua Bidang Pengembangan Organisasi KPMI Pusat.

Diketahui dalam penyelenggaraan Muslim Life Fest ini merupakan Lima Event dengan KPMI, Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Indonesia (PULDAPII) dan Yayasan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran (YAPIAT).

Kegiatan Muslim Life Fest menempati area hampir 15 ribu meter dengan total 300 booth/stand yang menargetkan 50.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan sejak 30 Agustus hingga 1 September 2019.

Serangkaian program ditampilkan, baik seminar dan workshop  bisnis, mulai dari pelatihan ekspor, digital marketing, konseling bisnis tentang pengurusan legalitas usaha, Hak Atas Kekayaan Intelektual  (HAKI), International Organization For Standardization (ISO) hingga sertifikat halal.

Selain itu para pengusaha juga dapat mengembangkan usahanya melalui forum bisnis, investor forum, dan bussines matching dengan intenasional buyers serta kompetisi social entrepreneurship.

Muslim Life Fest dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan hadir tamu penting lainnya seperti Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua Puldapil Ustad Ali Saman, dan delegasi  Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia.(F)

NTT Raih Putri Pariwisata 2019 Menyisihkan 26 Finalis

Sebelumnya

Modal Helm Bersayap, Gaspol Ramaikan Bisnis Transportasi Online

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga