KOMENTAR

KENAPA ada kapal terbang tetapi tidak ada mobil terbang ? Sebenarnya mobil terbang dibutuhkan terutama oleh kota super macet seperti Los Angeles, Mumbai, Bangkok dan Jakarta.

Teknologi

Naga-naganya, setelah hadirnya teknologi drone maka akan segera hadir pula mobil terbang yang bahkan mampu terbang tanpa pilot akibat mobil terbang dengan pilot malah lebih rawan kecelakaan di udara.

Kemungkinan besar mobil terbang yang pertama bukan cuma sebagai purwarupa yang diujicoba di laboratorium namun benar-benar memasyarakat-awamkan diri adalah Blackfly.

Bentuk mobil terbang yang dirancang oleh Marcus Leng atas sponsor co-founder Google, Larry Page sebenarnya tidak mirip pesawat terbang atau lalat hitam tetapi lebih mirip seekor paus yang apabila terbang justru moncongnya menghadap ke arah belakang.

Pada bagian mirip moncong mau pun ekor hadir bagian berbentuk sayap. Setiap sayap memiliki empat baling-baling yang bisa dihadapkan ke atas apabila vertikal tinggal landas  dan ke samping apabila horisontal melaju terbang.

Di lihat dari bawah jika sedang terbang, Blackfly berbentuk mirip huruf H.  Bahkan sebenarnya Backfly tidak mirip mobil tidak terbang yang lazim berkeliaran di jalan raya sebab hanya berkapasitas duduk untuk satu insan manusia saja demi efisiensi berat yang mampu diterbangkan dengan teknologi yang kini tersedia.

Backfly juga tidak punya roda agar dapat mendarat di setiap bentuk permukaan landasan. Tanpa roda, Backfly pada saat mendarat lebih mampu mengadaptasikan diri dengan permukaan landasan.

Kecepatan terbang Backfly maksimal 100 kilometer yang dianggap sudah lebih dari cukup untuk menempuh jarak tempuh sekitar 50 kilometer saja.

Tubuh Blackfly terbuat dari bahan fiber-karbon dilengkapi mesin listerik untuk propulsi dan enerji bateri lithium-ion sebagai sumber tenaga serta  teknologi smart-software  demi mencegah sang penumpang menyelakakan diri sendiri dan/atau orang lain.

Ambisi

Mumpung jaringan konspirasi industri mobil terbang belum memantapkan diri, adalah lebih produktif apabila bangsa Indonesia bukan hanya bangga untuk menjadi konsumen Blackfly.

Insha Allah, bangsa Indonesia juga berambisi menjadi produsen produk mobil terbang yang mampu bersaing melawan Backfly dalam memperebutkan pangsa pasar mobil terbang yang masih jauh lebih terbuka ketimbang mobil tidak terbang.

Indonesia memiliki para insan generasi jaman now tidak kalah kreatif ketimbang Marcus Leng mau pun lembaga sponsor yang tidak kalah potensial ketimbang Larry Page.

Jika Amerika Serikat punya para superhero sakti-mandraguna dalam hal terbang di angkasa seperti Superman sampai Iron Man maka Indonesia punya para mahakesatria sakti mandraguna dalam hal mengarungi  angkasa seperti Gatotkaca sampai Wisanggeni.

Bahkan bukan saja di alam fiksi namun pada kenyataan bangsa Indonesia punya para tokoh ilmuwan teknologi dirgantara legendaris seperti Presiden III RI, Prof Bacharuddin Jusuf Habibie beserta putra sulungnya, Dr. Ilham Akbar Habibie! MERDEKA!

Penulis mendambakan Indonesia tidak tertinggal dalam industri teknologi mobil terbang.




Viral, Seorang Terapis Diduga Lakukan Kekerasan kepada Anak Penyandang Autisme

Sebelumnya

Menggratiskan Tes PCR Pasti Mampu Jika Mau

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana