Jemaah Indonesia diminta berfoto sewajarnya saja saat di Masjidil Haram/Net
Jemaah Indonesia diminta berfoto sewajarnya saja saat di Masjidil Haram/Net
KOMENTAR

SAAT ini, sebagian jemaah haji Indonesia sudah bergerak ke Masjidil Haram. Mereka akan menjalankan ibadah tawaf dan sa’i. Beberapa petugas PPIH telah disiapkan untuk membantu para jemaah menjalankan ibadah suci itu. Bahkan, telah disediakan layanan online maupun offline untuk menuntun mereka.

Namun selama berada di Masjidil haram, petugas PPIH mengingatkan para jemaah akan 4 hal ini. Di hadapan jemaah kloter 12 embarkasi SOC (Solo) di sector 11, Senin (5/6), Kasie Perlindungan jemaah (Linjam) Makkah Rizalkani, memberikan beberapa imbauan kepada Jemaah, terkait pelaksanaan iibadah haji di Masjidil Haram.

1. Jika kesasar

Apabila di Masjidil Haram ada jemaah yang tersasar, Rizal meminta untuk tidak panik. Silahkan untuk naik bus ke sektor 9 atau 10. Sesampainya di sana, silahkan menunggu sebentar. Nanti akan ada petugas yang menjemput dan mengantarkan ke sektor 11.

2. Menemukan barang yang tertinggal

Ketika sedang menjalankan ibadah tawaf dan sa’i menemukan barang yang tertinggal, tidak perlu diambil. Di setiap sudut aka nada CCTV yang merekan seluruh kegiatan jemaah.

“Baiknya, beritahukan ke askar bahwa ada yang tertinggal. Memang maksud kita baik, tapi belum tentu bagi pengertian orang lain. Tidak tahu mereka akan menganggapnya apa. Jadi, sebaiknya biarkan askar yang bertindak,” saran Rizal.

3. Berfoto di Haram

Saat berfoto di Haram, usahakan jangan menggunakan atribut apapun seperti poster, apalagi yang berbau politik.

4. Barang berharga

Ada baiknya untuk tidak membawa barang berharga yang berlebihan saat sedang berada di Masjidil Haram. Silahkan simpan di safety box, kemudian titipkan kepada petugas sektor.

“Baru saja kejadian, ada Jemaah yang bawa uang banyak, memang uang sendiri. Tapi pertanyaannya, buat apa? Ke masjid lagi. Meskipun nanti dikeluarkan, tetapi malah menghambat gerak kita,” kata dia.

Ada 3 orang dari Linjam yang bersiap sedia di 11 sektor, dua dari unsur TNI-Polri dan 1 dari unsur mahasiswa.

“Yang mahasiswa direkrut di sini, Mereka dari berbagai negara di Arab Saudi,” demikian Rizal.




Bikin Romantis, Negara Dongeng Republik Naminara di Korea

Sebelumnya

Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News