Banjir di Stasiun Tawang/ ANTARA
Banjir di Stasiun Tawang/ ANTARA
KOMENTAR

TAHUN baru 2023 diwarnai banjir di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya adalah Semarang. Hal tersebut disebabkan karena hujan deras yang mengguyur kota tersebut selama delapan jam pada Sabtu (31/12/2022).  Kondisi ini menyebabkan genangan air di wilayah Semarang Utara, termasuk Stasiun Tawang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Ixfan Hendri Wintoko menjelaskan, kondisi petak jalan Semarang Tawang- Alastua pada Minggu (1/01/2023) masih tergenang banjir dengan ketinggian 25 sentimeter di atas kop rel, sehingga jalur tersebut tidak bisa dilewati dengan normal. Hal tersebut berdampak pada pola operasi beberapa perjalanan kereta api di lintas utara Jawa. Beberapa jalur akan dioperasikan melalui lintas Selatan Jawa.

Ia menjelaskan total ada 10 KA yan grencananya akan diputar perjalanannya, yang awalnya beroperasi di lintas utara Jawa, pada hari ini akan dioperasikan melalui lintas selatan Jawa.

Selain peralihan rute, pada hari ini PT KAI juga membatalkan empat perjalanan kereta, yaitu KA 282F Blora Jaya relasi Semarang Poncol-Cepu, KA 271F Blora Jaya relasi Cepu-Semarang Poncol, KA 186 Kamandaka relasi Purwokerto- Semarang Poncol, dan KA 191 Kamandaka relasi Semarang Poncol –Purwokerto.

“Dengan berubahnya pola operasi perjalanan kereta api, serta pembatalan dan keterlambatan beberapa perjalanan KA lainnya, KAI mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa kereta api,” ujar Ixfan.

KAI Daop 4 Semarang juga memberikan kompensasi akibat pembatalan dan keterlambatan beberapa kereta api tersebut.

“Sebagai bentuk kompensasi kepada pelanggan, KAI akan memberikan pengembalian bea tiket hingga 100 persen tidak termasuk biaya pesan bagi pelanggan yang terdampak,” jelasnya.

Akses menuju stasiun Tawang Semarang pada Minggu siang sudah mulai surut dan relatif aman dilewati di antaranya tempat parkir dan ruang tunggu, namun peron dan kantor masih tergenang.




Potensi Tsunami Masih Ada, Warga Diminta Waspadai Erupsi Gunung Ruang

Sebelumnya

Fasilitas Kesehatan Hancur, Sebanyak 562 Warga Palestina Menderita Hemofilia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News