Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

BEBERAPA orang pernah mengalami tidur yang terlalu dalam (deep sleep) yang kemudian membuatnya seperti tidak bisa menggerakkan anggota tubuh. Kondisi ini seringkali disebut sebagai ‘ketindihan’, yang biasanya dikaitkan dengan mahluk astral atau tak kasat mata.

Fenomena ‘ketindihan’ ini sempat membuat heboh usai seorang aktris di film KKN di Desa Penari, Aulia Sarah. Saat mengalaminya, Aulia mengaku seolah bertemu dengan sosok Badarawuhi, jin atau siluman ular yang mengusai Desa Penari.

Ahli menjelaskan, apa yang terjadi pada Sarah Aulia dikenal dengan sebutan sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Yaitu perasaan sadar saat tertidur, tetapi tidak bisa bergerak. Beberapa orang akan merasakan tekanan pada tubuh atau rasa tersedak.

Seseorang yang mengalaminya biasanya akan berhalusinasi, seperti melihat hantu, bayangan hitam, dan hal-hal menyeramkan lainnya.

Penyebab sleep paralysis

Anggota American Academy of Sleep Medicine Raj Dasgupta, MD menjelaskan, penyebab terjadinya sleep paralysis adalah kurang tidur.

“Terutama saat jet lag. Ketika kamu akhirnya bisa tertidur, tubuhmu terlempar kembali ke tahap yang sangat kamu butuhkan, yaitu REM (rapid eye movement). Semakin lama kamu berada dalam tahap tersebut, semakin besar kemungkinan mengalami ketindihan,” kata Raj.

Faktor lainnya adalah stres, sering cemas, pengidap narkolepsi, atau tidur di tempat baru.

Bahaya sleep paralysis

Memang, pada dasarnya sleep paralysis ini tidak berbahaya. Tetapi ada hal mengerikan yang biasa terjadi pada orang yang mengalaminya:

  • Tidak bisa bergerak.
  • Sulit bernapas.
  • Seperti ada yang memerhatikan.
  • Bisa membuat seseorang seperti ‘keluar’ dari tubuhnya.
  • Tidak bisa bangun.

Jika sudah seperti ini, hal utama yang harus dilakukan adalah jangan panik dan tetap tenang agar tubuh dapat mengejar kerja otak.

Mengatasi sleep paralysis

Sleep paralysis sebenarnya bisa diatasi dengan memperbaiki pola tidur (6-8 jam sehari), kelola stres dengan baik, jangan tidur telentang, cobalah tidur di waktu yang sama setiap malam dan bangun di jam yang sama pula.

Jangan berolahraga 4 jam sebelum tidur, jangan pula makan besar, merokok, atau minum alkohol/kafein sebelum tidur.

Menjaga kesehatan tubuh dengan olahraga teratur dan menjaga pola tidur akan membantu kamu terhindari dari sleep paralysis.




IDAI: Terapi Vitamin A untuk Anak dengan Campak, Perhatikan Dosisnya!

Sebelumnya

Anak Stunting Rawan Tertular TBC, Benarkah?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health