Ilustrasi/ Net
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

BATUK, ternyata tidak serta merta mengindikasikan seseorang terinfeksi Covid-19. Batuk adalah gejala penyakit yang cukup umum ditemukan.

Pada penyakit Covid-19, batuk menjadi salah satu gejala yang paling sering terlihat. Lalu, bagaimana membedakannya dengan batuk biasa?

Mengutip Science Alert, seseorang butuh mendatangi petugas medis bila mengalami batuk yang tidak kunjung berhenti selama berminggu-minggu. Apalagi jika disertai demam, pusing, dan muntah.

Biasanya, dokter akan menanyakan beberapa hal ini kepada pasiennya:

• Berapa lama batuk berlangsung? Berapa hari, Minggu, atau bulan?
• Kapan batuk biasa terjadi lebih parah? Apakah malam, pagi, atau seharian?
• Bagaimana suara batuk tersebut? Apakah kering, basah, kencang, atau halus?
• Apakah batuk disertai gejala lain seperti muntah, pusing, mengantuk, dan sebagainya?
• Seberapa parah batuk yang dialami? Apakah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda dapat menyimpulkan batuk tersebut merupakan gejala dari terinfeksi virus Corona apabila batuk kering secara terus menerus dan disertai sesak napas.

Gejala dominan lainnya adalah demam dan pusing, sehingga bisa saja Anda mengira ini adalah penyakit flu.

Ciri-ciri lainnya yang kurang sering dipahami adalah:

1. Masalah Pencernaan

Satu dari 10 pasien positif covid-19 mengalami gejala gastrointestinal, termasuk diare dan mual. Berdasarkan studi di The Lancet, hanya 3% pasien di China yang mengalami diare. Sedangkan menurut WHO, sekitar 5% pasien mengalami mual.

2. Lelah tanpa alasan

Dalam sebuah laporan di panti jompo Washington, hampir sepertiga penghuni yang dites positif Covid-19, setengahnya tidak bergejala. Namun beberapa pasien mengaku perasaannya tidak nyaman, meriang, dan gelisah.

Bahkan ada yang mengalami gejala malaise, disorientasi, atau kelelahan tanpa sebab. Psikoterapis Ilene Cohen menulis untuk Psychology Today, pentingnya untuk tidak panik jika Anda merasa lelah dan gelisah.

3. Kebingungan parah

Atau ketidakmampuan untuk bangun dapat menjadi tanda peringatan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), orang-orang yang mengalami gejala-gejala tersebut perlu waspada. Terutama jika gejala tersebut disertai dengan tanda-tanda kritis seperti bibir kebiruan, kesulitan bernapas, atau nyeri dada.

4. Merasa Kedinginan dan Nyeri Otot

Menurut WHO, 11 persen pasien yang diteliti mengeluhkan kedinginan dan 14 persen melaporkan nyeri otot.

Jika Anda mengalaminya, Mati Clinic menyarankan untuk melakukan tindakan pencegahan tambahan dengan mengisolasi diri, perbanyak istirahat, minum air putih, serta hubungi dokter.

5. Sakit kepala dan pusing

The Lancet mengungkap, sekitar 8 persen pasien mengeluhkan sakit kepala. Beberapa cukup parah. Dan menurut Cleveland Clinic, beberapa kasus yang dilaporkan pasien tiba-tiba dapat menunjukkan risiko kesehatan yang lebih serius.

6. Hidung tersumbat atau pilek

Sebagian kecil pasien mengalami hal ini. Menurut laporan WHO, jumlahnya kurang dari 5 persen.

 




Flu Singapura Meradang, Masker dan Isolasi Mandiri Kembali Dikencangkan

Sebelumnya

Tentang Anemia Aplastik, Penyakit yang Diderita Komedian Babe Cabita

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health