post image
Pastikan dia bahagia dan nyaman dengan kegiatan di rumah, termasuk saat PJJ. Perhatikan baik-baik jika ada perubahan emosi ke arah negatif/ Net
KOMENTAR

PANDEMI Covid-19 adalah kondisi luar biasa yang sedang dihadapi penduduk dunia. Salah satu dampak besar pandemi adalah ditutupnya sekolah sebagai salah satu cara memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Konsekuensinya, peserta didik harus menjalani PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dari rumah.

Melihat kondisi kurva Covid-19 di Indonesia belum juga melandai, PJJ dipastikan masih akan berlangsung dalam waktu panjang. Meskipun saat ini pembuatan vaksin sudah semakin mendekati hasil akhir, masih banyak proses yang harus dilalui hingga vaksin diyakini benar-benar aman dan bisa menangkal Covid-19.

Nah, dengan perjalanan PJJ yang masih panjang, bekal apa saja yang dibutuhkan bunda dan si buah hati agar bisa menjalani PJJ dengan bersemangat, nyaman, dan bebas stres?
Berikut ini 9 kiat dari psikolog Irma Gustiana Andriani, M.Psi., Psi., PGCertPT yang dibagikan kepada para peserta ZoomTalk Farah.id, Rabu (07/10/2020).

#1ADAPTIF. Mau tidak mau, suka tidak suka, kunci pertama untuk bisa berpikir jernih di masa pandemi adalah beradaptasi dengan berbagai konsekuensi yang disebabkan pandemi. WFH dan PJJ adalah dua di antaranya. Beri pengertian kepada anak tentang menariknya PJJ agar anak pun bisa beradaptasi dengan 'sekolah' barunya.

#2 BUAT JADWAL HARIAN. Karena semua kegiatan ibu berpusat di rumah, ibu harus membuat jadwal harian yang efektif agar pekerjaan rumah tangga, PJJ, juga pekerjaan kantor (bagi ibu bekerja yang melakukan WFH) dapat dirampungkan dengan baik.

#3 IBU, BAHAGIALAH. Ibu adalah garda terdepan di rumah. Karena itulah, ibu harus mampu memastikan bahwa kondisi mentalnya dalam keadaan sehat. Jika pikiran ibu sedang tidak tenang, jangan paksakan untuk berhubungan dengan si buah hati. Jangan sampai sedikit perbedaan pendapat membuat emosi naik lalu anak terkena omelan ibu. Menurut penelitian, ibu harus memiliki me time setidaknya 30 menit. Buat diri ibu nyaman agar setelah itu bisa kembali menjalankan berbagai aktivitas bersama keluarga.

#4 CEK PERASAAN ANAK. Seperti orangtua, anak juga bisa merasakan gejolak emosi di saat pandemi. Terlebih lagi dia kehilangan waktu bermain bersama teman-temannya. Karena itu jangan lupa untuk memeriksa kondisi perasaan anak setiap hari. Pastikan dia bahagia dan nyaman dengan kegiatan di rumah, termasuk PJJ. Perhatikan baik-baik jika ada perubahan emosi ke arah negatif.

#5 JANGAN LUPA BONDING TIME KELUARGA. Meskipun semua anggota keluarga berkumpul 24 jam di rumah, berbagai kesibukan WFH dan PJJ bisa menyita sebagian besar waktu. Sempatkanlah untuk ngobrol santai di pagi dan sore hari dan menciptakan aktivitas seru di rumah setiap akhir pekan untuk memelihara bonding time. Jangan sampai dekat di mata tapi jauh di hati.

#6 GUNAKAN OTORITAS ORANGTUA UNTUK PENGGUNAAN GADGET. PJJ memang membuat screen time anak semakin panjang. Karena itulah orangtua harus ekstra ketat memperhatikan kualitas penggunaan gadget. Jangan jadikan screen time di luar kebutuhan PJJ sebagai cara agar anak tenang lalu ibu bisa mengerjakan berbagai urusan.

#7 HATI-HATI SILENT STRESS. Migrain, sariawan dalam waktu panjang, rasa pegal yang tak berkurang, dan berbagai gejala psikosomatis lain bisa menandakan kita sedang dilanda stres. Hal tersebut dapat terjadi pada orangtua dan anak-anak. Bahkan ada beberapa kasus ekstrem anak yang menjadi pemarah, cenderung melukai diri sendiri hingga terpikir untuk mengakhiri hidup. Orangtua harus sangat hati-hati untuk berbicara dengan mereka. Jika kondisinya makin memburuk, tak ada salahnya segera berkonsultasi ke psikolog.

#8 ORANGTUA DAN GURU SALING MENDUKUNG. Tidak ada buku pedoman PJJ untuk dipelajari dan dicontoh. Kementerian Pendidikan pun masih mencari formula tepat PJJ yang sesuai dengan kondisi pandemi. Karena itu sangat diperlukan kekompakan orangtua dan guru agar PJJ berjalan lancar. Tujuan PJJ adalah agar anak mendapat hak pendidikan meskipun di saat pandemi. Segala sesuatu memang butuh penyesuaian dan harus bisa didiskusikan demi kebaikan bersama. (F)

 

 

Close X

4 Titik Penting Pada Tubuh Anak yang Harus Diperlakukan Dengan Baik

Sebelumnya

Ayah, Yuk Bantu Bunda Menyapih Si Kecil!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Parenting