Tere saat menjadi narasumber dalam ZoomTalk Farah.id Spesial Ramadan bertema
Tere saat menjadi narasumber dalam ZoomTalk Farah.id Spesial Ramadan bertema "Sibuklah Memperbaiki Diri Sendiri" (17/04/2021)/ FARAH
KOMENTAR

NAMA Annisa Theresia mungkin masih asing bagi sebagian masyarakat. Namun jika kita menyebut nama Tere, banyak orang segera terbayang sosok penyanyi bersuara khas yang melejit lewat lagu Awal Yang Indah dan pernah merambah dunia politik dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Hijrah sebagai muallaf di tahun 2000, Tere terus mendalami Islam. Ia bersyukur menjadi Muslim by choice karena dapat memilih bersyahadat dengan mindfulness; kesadaran penuh yang membawanya beriman kepada Allah Swt. dan mengikuti uswah hasanah Rasulullah saw.

Keyakinannya pada tauhid membuatnya menggali tujuan hidup di dunia. Apa yang dicari dalam hidup ini? Untuk apa sebenarnya manusia hidup di dunia? Tere terus mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dalam hidupnya.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q. S. Al-Hasyr: 18)

Ayat di atas menjadi jawaban atas pertanyaan "hidup ini cari apa?" yang senantiasa memenuhi pikiran manusia. Tere akhirnya memahami bahwa kehidupan seorang Muslim diperuntukkan untuk beribadah demi meraih derajat takwa.

Tentang hijab, Tere mengatakan bahwa hijab adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi kaum perempuan yang disyariatkan Islam. Hijab melindungi perempuan dan membuat Muslimah mudah dikenali sebagai bentuk syiar agama Islam. Di tahun 2017, Tere mantap berhijrah dengan berhijab sebagai bentuk ikhtiar seorang Muslimah yang bertakwa.

Tere bersyukur karena makin banyak selebriti di dunia hiburan yang mulai berhijrah. Ia menyebut dua nama di antaranya yaitu pasangan Dimas Seto dan Dhini Aminarti yang membentuk Kajian Musawarah.

Tak tertarikkah Tere kembali ke dunia musik dan berkarya lewat lagu religi?

Tere menyebutkan ayat 56 surah Al-Ahzab yang artinya, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

"Kita boleh berekspresi untuk menghormati ciptaan terbaik Allah yaitu Rasulullah. Saya memilih meninggalkan kesenian audio dan sekarang bersama Akhwat Bersalawat membumikan salawat. Kami berharap semakin banyak umat Islam yang mencintai salawat," ujar Tere saat menjadi narasumber dalam ZoomTalk Farah.id Spesial Ramadan bertema "Sibuklah Memperbaiki Diri Sendiri" (17/04/2021).

Perempuan kelahiran 2 September 1979 ini juga mengingatkan para Muslimah untuk memanfaatkan Ramadan sebagai waktu berintrospeksi. Termasuk dalam bersosialisasi di media sosial. Saat ini kita melihat banyak orang dengan mudah menghakimi bahkan menghujat orang lain di dunia maya.

"Guru saya mengatakan, ketika kita menunjuk orang lain dengan satu jari telunjuk, maka tiga jari lainnya akan menghadap ke arah kita. Itu artinya kita harus mawas diri, sudah seperti apakah diri kita? Fokuslah pada diri sendiri lebih dahulu. Mengingatkan orang lain berbeda dari menghakimi. Ketika kita menghakimi, kita seolah menjadi 'hakim' (yang menentukan kesalahan orang lain). Ketika mengingatkan, itu semata karena kesadaran akan kewajiban terhadap sesama hamba Allah."

"Agar terhindar dari mudarat media sosial dan tetap sadar dengan diri kita sendiri, berzikirlah terus. Ingatlah bahwa Allah selalu memerhatikan kita dan kelak akan ada hari hisab," ujar perempuan yang mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta.

Tentang perbaikan diri, Tere mengutip perkataan Jalaluddin Rumi, "Yesterday I was clever, so I wanted to change the world. Today I am wise, so I am changing myself."

Bagi Tere, salah satu jalan untuk senantiasa memperbaiki diri adalah dengan bersabar. Karena kita akan menjadi saksi bagi diri sendiri kelak di akhirat.

Bersabar dengan segala takdir Allah terlebih yang hadir dalam bentuk duka cita. Termasuk kehilangan orang-orang tercinta selama pandemi Covid-19. Juga bersabar dengan kenikmatan berdakwah di jalan Allah. Karena umat Islam sejatinya adalah khairu ummah yang berkewajiban berdakwah untuk syiar Alquran.

"Bulan Ramadan adalah bulan istimewa karena turunnya Alquran. Hakikat Islam sejatinya amat indah. Marilah kita sebagai Muslimah bertakwa merefleksikan the real beauty of Islam dalam setiap detik kehidupan kita di dunia. Jangan sampai kita hanya menjadi 'Islam Ramadan', semoga kita istiqamah hingga mendapat jannah-Nya," pungkas Tere.

 

 

 

 




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur