KOMENTAR

SUNGGUH indah agama Islam yang membuka banyak peluang meraup banyak keberkahan dari amalan yang sebetulnya ringan. Sebagaimana shalawat yang mudah dilaksanakan, tetapi terdapat ganjaran yang luar biasa bagi setiap insan yang menunaikannya.

Adanya penjelasan tentang fadhilah atau keutamaan shalawat diharapkan semakin meningkatkan semangat umat untuk bershalawat.  Seiring itu pula diharapkan tertanam di sanubari kita tentang makna shalawat yang membuatnya layak diutamakan.

Daripada mengotori lisan dengan perkataan yang sia-sia, lebih baik kita menyibukkan lidah dengan shalawat. Sebab satu shalawat diganjar sepuluh derajat, diberkahi kehidupan dunia akhiratnya, dikabulkan doanya, berdampingan dengan Rasulullah di akhirat, dan berbagai keutamaan lainnya.

Mubarak bin Mahfudh Bamu’allim pada buku Fadhilah Shalawat (2007: 29-46) menguraikan beberapa fadhilah shalawat kepada Rasulullah saw. beserta dalil-dalilnya sebagai berikut:

1. Barang siapa bershalawat kepada Nabi saw. satu kali, Allah Swt. akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.

Nabi saw. bersabda, “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, akan dicatat baginya -disebabkan shalawat itu- sepuluh kebaikan.”

2. Orang yang bershalawat kepada Nabi saw. satu kali akan dihapus darinya sepuluh dosa dan diangkat baginya sepuluh derajat.

Dari Abu Burdah bin Niyar al-Anshari, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali shalawat dengan ikhlas dari hatinya, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya -dengan sebab shalawatnya itu-sepuluh kali shalawat, mengangkatnya sepuluh derajat, mencatat baginya sepuluh kebaikan, dan menghapus darinya sepuluh keburukan.”

3. Orang yang paling utama bersama Rasulullah saw. di hari kiamat kelak adalah orang yang paling banyak bershalawat kepada beliau. Ini berdasarkan hadis, “Sesungguhnya orang yang paling utama bersamaku pada hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.”

4. Orang yang bershalawat kepada Nabi saw. senantiasa mendapat shalawat (doa) dari para malaikat.

Ini berdasarkan hadis Amir bin Rabi’ah, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seorang hamba bershalawat kepadaku, melainkan para malaikat senantiasa bershalawat untuknya sebanyak shalawatnya itu kepadaku. Maka silahkan membaca shalawat sedikit atau banyak.”

5. Orang yang membaca shalawat setelah menjawab azan lalu memohon wasilah untuk Nabi saw. akan mendapat syafaat beliau di hari kiamat kelak.

Ini berdasarkan hadis Abdullah bin Amr bin al-Ash, ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Apabila kamu mendengar seseorang yang mengumandangkan azan, ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya. Kemudian, bershalawatlah kepadaku karena sesungguhnya barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Setelah itu, mintalah (kepada Allah) al-wasilah untukku karena sesungguhnya al-wasilah itu suatu manzilah (kedudukan yang mulia) di surga, yang tidak sepatutnya diberikan, kecuali untuk seseorang di antara hamba Allah. Aku berharap semoga akulah hamba itu. Maka barang siapa yang memohon al-wasilah untukku, niscaya akan halal baginya syafaat(ku).”

6. Shalawat dan salam yang dibacakan seseorang akan sampai kepada Nabi saw. di mana pun orang itu berada karena Allah memiliki para malaikat yang bertugas menyampaikan shalawat itu kepada beliau.

Abdullah bin Mas’ud dari Nabi saw., beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang senantiasa berjalan (berkeliling) menyampaikan kepadaku ucapan salam dari umatku.” Salam yang dibacakan seseorang akan sampai kepada Nabi saw. di mana pun orang itu berada karena Allah memiliki para malaikat yang bertugas menyampaikan shalawat itu kepada beliau.

7. Anjuran memperbanyak shalawat di hari Jumat dan keutamaannya.

Dari Anas bin Malik, dari Nabi saw. beliau bersabda, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat karena sesungguhnya aku tadi didatangi Jibril dari Rabbnya lalu berkata, ‘Tiada seorang muslim pun di muka bumi ini yang bershalawat kepadamu satu kali, melainkan Aku dan para malaikat-Ku bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

8. Orang yang memperbanyak shalawat akan diampuni dosanya dan dicukupkan urusan dunia dan akhiratnya.

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, seseorang berkata kepada Nabi saw., “Bagaimana pandanganmu jika aku jadikan doaku seluruhnya untuk bershalawat kepadamu?" Beliau bersabda, “Kalau begitu, Allah akan mencukupi apa yang engkau inginkan dari urusan dunia dan akhiratmu.”

9. Nabi saw. akan menjadi saksi dan pemberi syafaat bagi orang yang bershalawat kepadanya dan memohon al-wasilah untuknya.

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa bershalawat kepadaku atau memohon al-wasilah untukku, niscaya dia berhak memperoleh syafaatku pada hari kiamat.”

10. Doa yang diawali dengan memuji Allah Swt. dan shalawat kepada Nabi saw. akan dikabulkan Allah.

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, aku pernah shalat. Ketika aku duduk kuawali dengan menyanjung Allah Ta’ala kemudian membaca shalawat kepada Nabi saw. lalu berdoa untuk diriku. Nabi saw. bersabda, “Mintalah, pasti engkau akan diberi! Mintalah, pasti engkau akan diberi!”

11. Rasulullah saw. bersujud syukur atas ganjaran yang Allah anugerahkan kepada orang yang bershalawat kepada beliau.




Apa Hubungan Bersyukur dengan Percaya Diri bagi Seorang Muslimah?

Sebelumnya

Surah Al-Waqiah dan Ketenteraman Jiwa Seorang Muslim

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur