Ilustrasi/ Net
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) disebut sudah memberi sinyal persetujuan penyuntikan vaksin Sinovac bagi orang lanjut usia (lansia). Definisi lansia kali ini adalah berusia 60 tahun ke atas dan di bawah 70 tahun.

Jika merujuk pada lembar fakta dari Pusat Informasi Obat Nasional BPOM tentang Vaksin CoronaVac buatan Sinovac, kelompok umur penerima vaksin dibagi menjadi dua:

1. Dewasa (18-59 tahun)

Untuk situasi darurat, jadwal imunisasi adalah dua dosis dengan interval waktu dua Minggu (0-14 hari). Setiap dosis diberikan sebanyak 0,5 ml.

Sedangkan untuk situasi rutin, jadwal imunisasi adalah dua dosis dengan interval waktu 4 Minggu (0-28 hari), di mana setiap dosis diberikan sebanyak 0,5 ml.

2. Lansia (di atas 60 tahun)

Untuk kelompok usia lanjut, jadwal imunisasi adalah dua dosis dengan interval empat Minggu (0-28 hari) dan setiap dosis diberikan sebanyak 0,5 ml.

Lembar data tersebut juga menyebutkan, penelitian atas CoronaVac bagi penerima suntikan vaksin berusia di atas 70 tahun, masih terbatas. Begitupun dengan dosis penguat (booster dose), belum ditentukan.

Laporan-laporan ini mengutip salinan Kepala BPOM Penny K Lukito kepada Bio Farma. Di situ disebutkan, persetujuan diberikan dengan mempertimbangkan keadaan darurat/emergency wabah pandemi covid-19 dan dengan pertimbangan terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin tersebut untuk pencegahan Covid-19.

Dan dari pertimbangan itu, BPOM memberikan persetujuan penambahan indikasi dan posologi vaksin CoronaVac untuk penggunaan emergency terbatas pada kondisi wabah pandemi.

Surat Kepala BPOM itu sendiri dikabarkan merupakan jawaban dari Surat Bio Farma yang mengajukan permohonan penambahan indikasi untuk populasi lansia dengan interval penyuntikan 0-28 hari.

Sementara di China, Regulator Obat-obatan memberi persetujuan bersyarat untuk vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech untuk penggunaan lebih luas, di luar kelompok berisiko tinggi dan prioritS berdasarkan izin penggunaan darurat. Begitu dikutip dari laman Kompas yang melansir Associated Press, Sabtu (6/2).

Persetujuan bersyarat ini mengindikasikan vaksin buatan Sinovac sekarang dapat diberikan kepada masyarakat umum di China, meskipun penelitian masih berlangsung.

Perusahaan akan diminta untuk menyerahkan data tindak lanjut serta laporan efek samping setelah vaksin dijual di pasaran.

Uji klinis tahap 1 dan 2 di China menunjukkan vaksin tersebut aman dapat memicu respons kekebalan tubuh pada peserta uji klinis yang berusia lanjut. Namun Sinovac memberi peringatan bahwa data tingkat perlindungan vaksin bagi orang berusia 60 tahun ke atas dalam uji klinis tersebut adalah terbatas.

 




Benarkah Cuaca Panas Ekstrem Berbahaya Bagi Penderita Diabetes?

Sebelumnya

Yuk, Lindungi Mata dari Bahaya Sinar UV

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health