Ilustrasi keluarga toksik/Freepik
Ilustrasi keluarga toksik/Freepik
KOMENTAR

IDUL Fitri tinggal hitungan hari. Di momen penuh kebahagiaan ini, sebagian besar keluarga berkumpul. Sanak saudara yang tidak pernah terlihat ikut berkumpul merayakan Hari Kemenangan.

Di saat itu pula, muncul banyak pertanyaan-pertanyaan yang terkadang membuat ‘sakit hati’ dan terkesan memojokkan. Misalnya, “Kok sampai sekarang belum ‘bawa’ momongan juga, sih?” atau “Kapan nih mau dihalalkan, kok pacarana terus!”

Tidak hanya sekali atau dua kali pertanyaan tersebut meluncur, bahkan tidak memandang tempat dan situasi serta kondisi orang yang menjadi target pertanyaan. Kesal, sudah pasti. Bahkan rasanya seperti ingin menangis.

Tapi, di hari yang penuh kata maaf tersebut ada baiknya untuk tidak menodainya dengan tangisan dan emosi. Keluarga toksik seperti itu jelas nyata adanya. Tinggal bagaimana kita menanggapi sikap toksik mereka dengan cara yang asyik.

Dikutip dari School of Parenting, ada beberapa cara asyik untuk menghadapi keluarga toksik, yaitu:

  • Buat batasan waktu untuk berada di sana

Ciptakan Batasan, seperti membatasi kontak atau kunjungan ke anggota keluarga tersebut, lalu berhenti untuk mencampuri segala macam urusannya. Meskipun tidak dapat sepenuhnya menghindari kontak, tapi setidaknya mengurangi sehigga dapat membuat suasana menjadi lebih baik.

  • Tetaplah ramah dan sopan

Hindari konflik dengan tidak terlibat dalam interaksi apapun, terutama jika bersifat provokatif dan argumentatif. Terkadang memang sulit menahan diri ketika seseorang mengatakan dan melakukan hal-hal yang keterlaluan, tapi penting untuk belajar menghindari segala macam interaksi dengan kepentingan dan kewarasan diri sendiri.

  • Cari ‘dukungan’ dari anggota keluarga terpecaya

Manfaatkan dukungan dan kekuatan keluarga yang baik hati dan mengenal kita apa adanya. Menciptakan lingkungan pendukung akan sangat membantu menghilangkan semua hal negatif yang mungkin ada. Keluarga atau pendukung ini bertindak sebagai jembatan dan pemberi peringatan jika kita sedang ragu dengan apa yang dilakukan.

Intinya, jangan sampai menyalahkan diri sendiri, jangan terpancing emosi, dan belajarlah mengalihkan pembicaraan.




Ciptakan Sendiri Hormon Serotonin, Si Penstabil Suasana Hati

Sebelumnya

Masuk Pertengahan Tahun, Saatnya Memperkuat Kembali Self-Improvement

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family