Koleksi Orva by Kami. tampilkan wastra Nusantara kain Endek Bali/Ist
Koleksi Orva by Kami. tampilkan wastra Nusantara kain Endek Bali/Ist
KOMENTAR

MODEST Fashion Indonesia terus menjawab tantangan dunia internasional dengan memperkenalkan wastra-wastra Nusantara sebagai sebuah karya ready to wear yang modis, glamor, dan cantik. Memboyong delapan jenama besar seperti Syukriah Rusydi, Sanet Sabintang, Wening Angga, Thiffa Qaisty, Anggia Handmade, Itang Yunasz, Khanaan, dan Kami.

Brand-brand modest fashion ini menampilkan koleksi Spring-Summer 2024 dengan mengeksplorasi keragaman wastra Indonesia seperti batik, songket, tenun ikat, dan ATBM.

Lost in Versailes Syukriah Rusydi

Mengambil teman Lost in Versailes, Syukriah Rusydi ingin menampilkan tenun Aceh yang menggunakan benang sutra sebagai bahan utama, serta benang emas dan perak untuk aplikasi motifnya. Wastra tersebut telah berusia lebih dari 20 tahun dan berhasil selamat dari gempa dan tsunami Aceh, 2004 lalu. Perpaduan warna cerah dan berkilau dari wastra ini memperkuat kesan mewah dari gaya desain yang terinspirasi era Renaissance di Eropa, khususnya Perancis.

Hati yang Bersyukur Sanet Sabintang

Pesona wastra Jawa Timur diangkat oleh desainer Sanet Sabintang. Batik pewarna alam dengan motif tradisi Banyuwangi diselaraskan dengan tenun serta batik sutra dari Jember. Sanet menerapkan konsep sustainable fashion melalui upcycling, yaitu mengelola sampah produksi menjadi bernilai jual tinggi. Wastra dikombinasikan dengan bahan ramah lingkungan seperti linen, katun, dan eco-print yang didesain kasual sporty, dengan sentuhan artistik.

Mixture of Wastra Wening Angga

Memperlihatkan sebagian keragaman wastra Nusantara. Kain tradisional dari Bali, yaitu songket motif folklore khas Jembrana, serta tenun Rang-rang dari Nusa Penida dikombinasikan dengan Wening Batik motif bunga warna natural, mulai dari oranye sampai coklat. Wastra tersebut dituangkan dalam desain kontemporer dengan inspirasi gaya pakaian Eropa Barat, seperti detil pada kerah tinggi dan aksen ruffle, serta ornamen bordir.

Serenity, Sakinah by Thiffa

Bermakna ketenangan. Sakinah by Thiffa Qaisty mengangkat keindahan wastra Melayu, khususnya tenun Riau dan songket Sumatera Barat. Wastra yang digunakan menyoroti teknik pengerjaan tumpal kain dengan motif tradisi sarat makna dan memakai pewarna alam pada benang tenunnya. Dalam budaya Melayu, penempatan tumpal kain menunjukkan identitas pemakainya. Wastra tersebut dituangkan dalam desain feminine chic bersiluet A-Line, terdiri dari dress, top, bottom, blazer panjang, dan outer yang dapat dipadu-padankan.

Women Empowering Anggia Handmade

Memiliki konsep sustainable sebagai brand DNA. Terinspirasi dari bentuk dua sisi kehidupan pasangan jiwa yang belum pernah bertemu, Anggia Handmade merilis koleksi bertema Soumade dalam gaya rancangan feminine edgy dengan mengeksplorasi warna dan corak khas batik Cirebon. Permainan warna cerah serta motif kontemporer dan geometris khas batik Pesisir, khususnya bentuk pulauan.

Orva By Kami.

Kain Endek, warisan budaya lokal yang hampir punah, dapat bergaung di langit kota Paris. Sentuhan magis warna-warna kain Endek khas Bali dalam nuansa puitis ala Paris diaplikasikan dalam siluet feminin yang menampilkan pleats, draped layers, dan potongan asymmetrical melengkapi perpaduan rumit kain Endek dengan keanggunan gaya Paris yang modern. Motif bunga rain lily diselipkan untuk memperkuat simbol romantisme koleksi ini.

Tenun Garut Khanaan

Menampilkan motif geometris kuno yang terinspirasi dari kreativitas multifaset kota dan warisan budaya yang tak ternilai. Siluetnya menggabungkan motif monogram dengan fitur lanskap yang indah. Khanaan memadukan dua wastra Nusantara, yaitu tenun Garut dan batik Pekalongan. Motif wastra tersebut menjadi sorotan koleksi gaun panjang dan outer ini yang dikombinasikan dengan warna yang mewakili kilau lampu kota dan bangunan arsitektur Paris.

Exotacia Itang Yunasz

Eksotika wastra Nusantara, khususnya motif dan warna tenun Gringsing Bali dan songket Palembang hadir koleksi Exotasia (Exotic Asia Through Divine Love). Motif geometris khas tenun Gringsing diaplikasikan dalam bahan sutera alami yang ringan menjadi ragam dress yang anggun. Sedangkan songket Palembang yang biasanya digunakan sebagai kain dan selendang, dirancang menjadi dress dan jaket dengan desain modern kontemporer yang berkelas.




Ini Dia Kesalahan Pemakaian Sunscreen yang Harus Kamu Hentikan

Sebelumnya

Gelar Pameran Interaktif “Bumi, Masa Depan Kita” untuk Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sejauh Mata Memandang Gaungkan Praktik Sirkular Demi Lestarinya Planet Bumi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA