post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

IBU mungkin merasakan, bahwa aktivitas apapun, termasuk mengangkat beban berat, menjadi terasa berbeda di masa kehamilan. Hal ini disebabkan rahim yang kian membesar menyebabkan otot perut tertarik atau terasa kram.

Jika otot ini melemah, jangan heran jika aktivitas fisik menjadi sulit. Keadaan ini bisa meningkatkan cedera otot, sakit punggung, dan nyeri pinggul. Risiko cedera ini akhirnya dapat memicu terjadinya gawat janin, seperti persalinan prematur dan bayi berat lahir rendah.

Untuk mencegah hal demikian, ada beberapa hal yang perlu dihindari terkait membawa beban berat saat hamil, yaitu:

  • Hindari mengangkat beban yang berat, langsung dari lantai.
  • Hindari membawa beban di atas kepala.
  • Hindari membawa barang dengan satu tangan.
  • Hindari mengangkat beban dalam ruangan kecil yang membuat ibu hamil tidak dapat bergerak bebas.
  • Hindari menggendong anak yang tidak bisa tenang atau sedang meronta-ronta.
  • Hindari mengenakan alas kaki yang licin saat mengangkat barang.

Bayi Prematur dan Hernia

Bayi yang terlahir prematur bisa mengalami hernia umbilikalis. Jenis hernia ini muncul sebagai benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit di dalam atau di dekat pusar.

Tapi, benjolan ini bisa membesar saat tertawa, batuk, menangis, buang air, dan akan menyusut saat bersantai atau berbaring.

Dalam banyak kasus, hernia umbilikalis akan masuk kembali dan otot menutup lagu sebelum anak berumur 1 tahun. Namun hernia ini juga dapat berkembang pada orang dewasa, yang jika tidak diobati kemungkinan akan semakin parah.

Tapi, kaitan antara ibu hamil yang sering mengangkat beban berat dengan kecenderungan bayi mengalami hernia, belum ada yang menjelaskan. Hanya saja, risiko hernia pada bayi yang lahir secara prematur sangat besar.




Apa Hukuman bagi Pelaku KDRT di Indonesia?

Sebelumnya

Catat! Inilah 4 Jenis Tindakan KDRT Menurut Undang-Undang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Family