post image
Ilustrasi/ Foto: Pinterest.com
KOMENTAR

BUNDA pastinya pernah 'diingkari' si kecil, salah satu contohnya ketika Bunda memintanya untuk membereskan tempat tidur, tapi langsung dijawab dengan kalimat, "Iya, nanti Bun!"

Kalau mendengar jawaban seperti ini, pastinya kesal ya Bunda. Apalagi "nanti"-nya itu bisa sampai beberapa jam. Bawaannya mau langsung marah saja.

Kebiasaan ini kalau Bunda diamkan, akan membuat anak menjadi pemalas. Akhirnya, mereka gagal menyelesaikan tugas yang diberikan dalam batas waktu yang telah dilakukan.

Tidak perlu khawatir, Bunda masih bisa membantu anak untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, seperti yang diinginkan.

Cari Tahu Apa Penyebabnya

Orangtua biasanya berpikir kalau anak tersebut malas. Tetapi mengutip Empowering Parents, ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Seperti kebosanan karena tugas tidak menarik, manajemen waktu yang buruk, kecemasan, takut gagal, dan kurang disiplin.

Untuk mencari tahu apa penyebabnya, Bunda bisa menanyakan akar masalahnya. Buat komunikasi terbuka dengan anak dan dengarkan alasannya. Biasanya anak akan mengungkapkan alasannya jika merasa didukung dan tidak dihakimi secara sepihak.

Menangani Anak yang Suka Menunda

Setelah orangtua tahu apa penyebabnya, berikan saran atas kebiasaan menundanya itu. Beri tahu kalau disiplin diri sangat penting, terutama untuk kehidupan sehari-harinya, apalagi saat sekolah.

Ajarkan bahwa setiap orang perlu batasan waktu dan menunda akan merugikan diri sendiri.

Kemudian bantu anak memecahkan masalahnya. Caranya, atur ulang rutinitas seperti kerjakan tugas terlebih dulu sebelum bermain.

Dengan begitu anak bisa membedakan mana pekerjaan yang perlu diprioritaskan dan mana yang tidak.

Tapi ingat, tetap fleksibel. Beri anak waktu untuk beristirahat saat ia sedang lelah. Misalnya saat pulang sekolah, beri waktu untuk istirahat, tidur siang, atau bermain sebentar sebelum tugas-tugasnya dikerjakan.

Nah Bunda, mulai sekarang jangan terburu-buru memberi label "malas" saat anak menunda pekerjaan, ya. Cari tahu dulu apa sebabnya dan bantu anak untuk menyelesaikan masalahnya.

Selanjutnya, bantu mereka untuk lebih disiplin. Tapi, tetap fleksibel ya agar anak tidak cepat bosan.

 




Bunda, Kenali dan Waspadai Ciri Anak Depresi. Begini Cara Mengatasinya

Sebelumnya

Di Balik Alasan Mengapa Usia Anak Masuk SD Harus 7 Tahun?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting