KOMENTAR

PUASA bukan sekadar menahan lapar dan dahaga tapi juga menahan hawa nafsu, salah satunya adalah gejolak emosi. Sungguh disayangkan jika kita mampu menahan lapar tapi nilai puasa kita menjadi rusak karena kita tak mampu menahan amarah hingga melampiaskannya kepada orang lain.

Agar kita mampu menjaga dan mengendalikan emosi di saat bulan puasa, berikut ini lima hal yang dapat kita lakukan.

#Mengoptimalkan ibadah selain puasa

Ya, Ramadan menjadi bulan suci di mana pahala ibadah dilipatgandakan oleh Allah Swt. Karena itulah sungguh merugi bila Ramadan hanya kita isi dengan berpuasa. Ada banyak ibadah lainnya yang tak hanya menambah pahala dan mendekatkan kita kepada Allah, tapi juga memberikan ketenangan di hati kita.

Bertadarus dan mengunjungi panti asuhan atau panti wreda untuk memberikan santunan, insya Allah dapat menjadi amal saleh yang membuat hati kita semakin bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.

#Beristirahat dengan cukup

Jangan karena aktivitas selama Ramadan bisa dimulai lebih siang, kita lantas begadang hingga waktu sahur tiba. Bagaimanapun juga, tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk me-recharge berbagai fungsi dan stamina. Dengan beristirahat yang cukup dan teratur, otak kita dapat berpikir lebih jernih hingga tak mudah dikuasai emosi.

#Miliki katarsis positif

Sudah lama tak menjalani hobi? Bulan puasa bisa menjadi waktu yang tepat untuk menekuni kembali hobi lama yang tak tersentuh. Berkutat dengan hobi akan menjadikan kita sibuk sehingga emosi tidak mudah hinggap di hati. Membaca buku, bercocok tanam, hingga memanggang kue, bisa membuat hati merasa senang.

Kita juga dapat melakukan journaling sebagai katarsis (pelepasan emosi) dengan menuliskan pengalaman kita setiap hari. Penting untuk mencurahkan perasaan sedih maupun senang untuk menjadi hikmah di kemudian hari. Dan pastinya, menulis tidak akan menyakiti perasaan orang lain.

Perlu diingat, journaling bukan menuliskan isi hati dengan seenaknya di media sosial hingga terbaca orang banyak. Hal itu justru bisa menambah masalah kita.

#Sahur dan berbuka dengan tetap memperhatikan gizi seimbang

Gizi seimbang, termasuk serat, harus tetap kita konsumsi setiap hari. Ketika tubuh mendapatkan asupan gizi yang baik, metabolisme akan terjaga, perut pun tidak mudah terasa lapar. Dengan demikian, kita dapat lebih tenang dalam menjalankan ibadah puasa.

#Memperbanyak istighfar

Kapan dan di mana pun berada, istighfar hendaknya selalu membasahi bibir seorang Muslim. Ketika kita tulus melafalkan istighfar dari hati terdalam untuk memohon ampunan-Nya, insya Allah kita akan mampu berpasrah dan melepaskan diri dari amarah.




Kementerian Agama Ingatkan Jemaah Agar Tidak Ketinggalan Rukun Haji

Sebelumnya

Teori Agenda Setting: Media Massa dan Politik

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Horizon