Founder & Ketua Umum APPMI/ FARAH by Agung Hadiawan
Founder & Ketua Umum APPMI/ FARAH by Agung Hadiawan
KOMENTAR

POPPY Dharsono merupakan desainer papan atas Indonesia yang merupakan Founder sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Presiden Indonesia Fashion Week (IFW), dan anggota Council of ASEAN Fashion Designer (CAFD).

Berbagai jabatan yang disandang Poppy memperlihatkan dedikasinya yang luar biasa untuk perkembangan industri fesyen di Tanah Air.

Di tengah kesibukannya yang luar biasa, Poppy menerima kunjungan Farah.id untuk berbincang tentang industri fesyen Indonesia yang sedang bangkit selepas dua tahun terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Bagaimana persiapan untuk Indonesia Fashion Week 2023?

Sempat vakum selama dua tahun pandemi COVID-19—meskipun sempat digelar secara online, Indonesia Fashion Week (IFW) 2023 menjadi event ke-10 IFW yang luar biasa, menandakan bahwa kami sudah bertahan selama lebih dari 10 tahun penyelenggaraan.

IFW adalah event bagi desainer-desainer di daerah yang bekerja sama dengan Dekranasda untuk mempromosikan local wisdom mereka. Ada Lampung dengan tapis dan sulam ususnya, Palembang dengan songketnya, Medan dengan ulos, dan masih banyak lagi. Ada 17 provinsi yang harus di-upgrade agar produk-produk mereka bisa tampil di IFW.

Bagaimana dengan regenerasi desainer, seperti apa peta talenta muda saat ini?

Banyak desainer muda dengan karya yang bagus-bagus, seiring dengan makin banyaknya sekolah mode seperti LaSalle, Esmod, dan lainnya.

Kami juga rutin menggelar Indonesia Young Fashion Designers Competition yang pemenang pertamanya akan berangkat ke Italia untuk mendapat beasiswa. Terkait hal ini, kami mengajak partisipasi Kementerian Koperasi dan UKM juga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Benarkah kita tidak bisa memisahkan antara desainer dengan pengusaha fesyen?

Inilah mengapa didirikan APPMI, karena sangat penting untuk mendidik enterpreneurship mereka yang berkarier di industri fesyen. Sesuai namanya, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia memang mengedukasi para anggotanya untuk menjadi desainer sekaligus pebisnis ulung.

Para perancang mode harus mampu mencipta dan berkreasi sesuai metode fesyen agar kualitas karya terjaga, juga mampu mempromosikan dan menjualnya ke masyarakat.

Indonesia (diwakili Poppy Dharsono) masuk ke dalam Council of ASEAN Fashion Designer, apa manfaatnya bagi para desainer di Tanah Air?

Council of ASEAN Fashion Designer adalah sebuah wadah yang beranggotakan sembilan negara ASEAN yang membentuk sebuah pasar bersama.

Seyogyanya pasar bersama ini menjadi tujuan pemasaran para desainer selama pandemi COVID-19. Sayangnya enterpreneurship yang masih rendah membuat sejumlah desainer kita justru mengabaikan tawaran yang datang selama pandemi.

Di sinilah tanggung jawab APPMI untuk bisa meyakinkan para anggotanya bahwa bisnis fesyen harus terus berjalan, terlebih lagi di era digital yang memungkinkan terjadinya proses jual beli dari belahan dunia mana pun.

Membicarakan industri fesyen di masa depan, tentu tak bisa lepas dari konsep sustainable fashion. Seperti apa kesiapan desainer Indonesia?

Adalah sebuah pencapaian besar ketika APPMI tercatat sebagai anggota UN Global Compact; sebuah agen swasta yang di-endorse PBB untuk melaksanakan Sustainable Development Goals (SDGs).

APPMI menjadi satu-satunya (asosiasi fesyen) yang terdaftar sebagai anggota UN Global Compact di dunia. Dan merupakan kebanggaan luar biasa ketika Indonesia Fashion Week tahun 2019 dijadikan laporan dalam UN Global Compact. Karena itulah sustainable sudah menjadi tagline APPMI.

Apa mimpi besar yang ingin diwujudkan seorang Poppy Dharsono?

Saya ingin ikut membantu industri fesyen Indonesia—karena itulah keahlian saya, untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Saya memakai filosofi mimpi Bung Karno yaitu Trisakti. Bagaimana kita mampu mandiri di bidang ekonomi, berkepribadian di bidang budaya, dan berdaulat di bidang politik.

Kerajinan khas daerah yang diwujudkan menjadi fashion craft bercita rasa modern akan memiliki nilai tambah secara ekonomis. Hal itu tentu menjadi pemasukan bagi rakyat kecil, terutama di 17 provinsi yang sudah bergabung di APPMI.




Raih 124 Penghargaan dari Dalam dan Luar Negeri, dr. Ayu Widyaningrum Siap Cetak Rekor MURI Bidang Estetika dan Dermatologi

Sebelumnya

Nancy Adistyasari Raih Penghargaan "Most Outstanding Women 2024" di Bidang Perbankan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Women