post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

SEJAK 3 Juli 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat  yang telah mulai dilaksanakan dan nampaknya akan terus diperpanjang.  Kebijakan ini tentunya diambil pemerintah dengan pertimbangan tertentu.

Pemerintah melihat dengan PPKM, tren kasus konfirmasi secara nasional menurun hingga 93,9 persen. Secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu. Yang tidak kalah penting, jumlah kasus aktif juga sudah turun hingga dibawah 100 ribu.

Tapi, meski secara nasional angka kasus positif Covid-19 sudah mulai menurun, namun pemerintah tetap akan mengimplementasikan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia, termasuk Jawa-Bali.

“Kita akan mengakhiri PPKM jika Covid-19 dapat benar-benar terkendali karena ini adalah alat pengendali penyebaran Covid-19,” beber Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan secara virtual pada pada Senin (13/9).

Menurutnya, jika PPKM tidak diperpanjang maka kasus Covid-19 akan berpotensi kembali melonjak seperti di negara lain.

“Ini akan terus diberlakukan di seluruh wilayah Jawa Bali dan melakukan evaluasinya setiap satu minggu guna menekan angka kasus konfirmasi, karena kalau dilepas tidak dikendalikan terus, bisa nanti ada gelombang berikutnya, kita sudah lihat pengalaman di banyak negara jadi kita tidak ingin mengulangi kesalahan yang dilakukan dari berbagai negara lain,” paparnya.

Menurut Menko Luhut seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu tujuan dan arah kebijakan dalam penerapan perpanjangan PPKM ini tetap konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan. Pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat, misalnya, harus dilakukan paling lama setiap minggu, dengan merujuk kepada data-data terkini.

So, sebagai warga yang baik, kita patuhi saja ketentuan pemerintah yang tentunya untuk kepentingan kita juga. Jadi jangan tanya dulu kapan PPKM akan berhenti.
 

Cukup Sekali Saja, Vaksin Jhonson & Jhonson untuk Siapa?

Sebelumnya

Sebuah Cara Mengenal Penutup Kepala Perempuan Nusantara

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News