post image
Vaksin pfizer/ Net
KOMENTAR

PEMPROV DKI Jakarta secara resmi sudah membuka penggunaan vaksin Pfizer sebagai langkah pencegahan penularan virus Covid-19. Senin (23/4) kemarin layanan vaksinasi Pfizer sudah diselenggarakan di beberapa lokasi terpilih.

"Kabar gembira untuk warga Jakarta. Kini vaksin (Covid-19) Pfizer tersedia di wilayah Kecamatan Cilandak," tulis Dinkes DKI Jakarta.

Berikut sejumlah lokasi yang melayani vaksinasi Covid-19 menggunakan Pfizer:

1. BPSDM Kementerian Kesehatan Hang Jebat, Jakarta Selatan.

2. Gedung Judo Kelapa Gading, Jakarta Utara.

3. Puskesmas Kecamatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Vaksin Pfizer merupakan vaksin berbasis mRNA yang memicu kekebalan tubuh terhadap virus Corona. Berdasarkan uji klinis tahap III yang dilakukan di Amerika Serikat, Jerman, Turki, Afrika Selatan, Brazil, dan Argentina, efikasi atau efek perlindungannya terhadap virus mencapai 95 persen.

Untuk mendapatkan vaksin baru ini, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

• Ber-KTtP DKI Jakarta atau berdomisili di Jakarta dengan menunjukkan surat keterangan dari pejabat lingkungan setempat atau perusahaan tempat bekerja.

• Belum pernah mendapatkan dosis pertama dari vaksin yang sudah ada.

• Berusia di atas 18.

• Jika memiliki komorbid, membawa surat rekomendasi dari dokter spesialis yang merawat.

5. Tidak berlaku untuk booster atau dosis ketiga.

Semua pendaftaran. Unttuk mendapatkan Vaksin Pfizer dilakukan secara online. Caranya, download aplikasi JAKI di playstore dan buatlah akun terlebih dahulu.

Efek Samping

Seperti Sinovac dan AstraZeneca, vaksin Pfizer juga memiliki efek samping. Namun kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) ini sangat ringan. Bisa berupa nyeri, kemerahan, atau bengkak di bekas suntikan, nyeri otot atau nyeri sendi, menggigil.

KIPI juga bisa berupa demam ringan, mual atau merasa tidak enak badan, atau bengkak di kelenjar getah bening.

Ingat, meskipun telah mendapatkan vaksinasi lengkap, tetap jaga protokol kesehatan. Cuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Untuk orang dewasa disarankan memakai masker dobel.

 

Masih Berpeluang Munculkan Klaster Baru, Waspadai Titik Lengah Sekolah Tatap Muka

Sebelumnya

Hari Cuci Tangan Sedunia, 64 Juta Orang Belum Memiliki Akses Cuci Tangan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News