post image
Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura/Net
KOMENTAR

PREFEKTUR Osaka Jepang mengumumkan keadaan darurat medis pada Rabu (7/4) waktu setempat. Hal itu dilakukan setelah terjadi peningkatan pesat kasus virus corona yang menyebabkan ketegangan di sistem medis kota itu.

Deklarasi itu datang pada hari yang sama di saat Osaka melaporkan rekor 878 kasus. Sementara itu, Prefektur Hyogo tetangganya, mencatat 328 kasus.

“Kami telah melihat penyebaran infeksi yang cepat, termasuk penyebaran infeksi varian virus. Ada bahaya sistem medis akan runtuh," kata Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura seperti dikutip dari Japan Times, Kamis (8/4).

Di bawah aturan baru tersebut, warga diminta untuk menghindari keluar rumah yang tidak perlu. Para siswa diminta untuk memakai masker saat jam makan, namun Yoshimura mengatakan bahwa untuk saat ini tidak ada rencana untuk menutup sekolah. Musim semi baru saja dimulai dan Yoshimura mengatakan penutupan sekolah dapat membuat siswa terlambat.

Gubernur juga secara resmi membatalkan estafet obor Olimpiade Tokyo di jalan umum. Estafet tersebut telah dijadwalkan untuk melewati prefektur pada 13 dan 14 April. Namun, dia menambahkan bahwa diskusi sedang berlangsung tentang rencana alternatif yang akan membawanya ke lokasi Pameran Osaka tahun 1970, yang sekarang menjadi taman umum di bagian utara prefektur.

Keputusan Osaka datang hanya dua hari setelah kota itu mengumumkan upaya satu bulan mereka yang akan berlangsung hingga 5 Mei mendatang, untuk mengendalikan virus dengan meminta tempat minum dan makan ditutup pada pukul 8 malam.

Close X

Kasus Baru Covid-19 Melonjak, Ibu Kota Kamboja Lockdown 14 Hari

Sebelumnya

Dampingi Ratu Elizabeth II Selama 7 Dekade, PBB Kenang Jasa Pangeran Philip Mengabdi Untuk Kemajuan Kemanusiaan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Farah News