Zhang Yingying
Zhang Yingying
KOMENTAR

Saat menunggu bus berikutnya itulah tawaran datang. Dari Saturn Astra hitam empat pintu. Christensen juga mengaku polisi. Yang lagi menyamar.

Zhang naik ke mobil itu. Di perempatan berikutnya Saturn Hitam belok kiri. Ke arah utara. Ke North Goodwind Avenue. Ke apartemen Christensen.

Tidak jelas apakah Zhang tidak minta turun. Ketika mobilnya menuju lokasi yang tidak semestinya.

Ataukah Zhang dibius.

Atau dipukul sampai pingsan.

Atau entahlah.

Sampai di apartemen, Zhang diperkosa. Lalu dipukuli. Dengan pemukul bola baseball. Sampai kepalanya pecah. Darah berserakan. Sampai ke dinding-dinding.

Christensen lantas memotong kepala Zhang. Juga bagian-bagian tubuh yang lain. Untuk dibuang. Entah di mana.

Setelah Christensen dinyatakan sebagai tersangka, polisi melakukan pemeriksaan TKP. Diketahuilah ada bekas-bekas ceceran darah itu. Meski sudah dibersihkan.

Cincangan tubuh Zhang pasti dibawa keluar dari apartemen. Itu terlihat dari gerak anjing pelacak. Yang mengendus keluar apartemen. Tapi hanya sampai garasi. Setelah itu si anjing tidak bisa melakukan apa-apa.

Christensen pun diadili. Tidak di kota Campaign. Pengacaranya minta agar peradilan bisa dilakukan di kota lain. Untuk mendapat suasana yang netral.

Di Campaign terlalu banyak teman Zhang. Teman sedarahnya. Tekanan bisa besar. Dari mahasiswa di Urbana Campaign.

Hakim mengabulkannya. Christensen diadili di kota Peoria. Masih di negara bagian Illinois. Satu jam naik mobil dari Campaign.

Tapi hakim juga mengizinkan live streaming. Yang bisa diikuti di layar yang dipasang di pengadilan Campaign.

Ayah ibu Zhang juga didatangkan ke Amerika. Untuk melihat peradilan itu. Tapi ibunya terus menangis. Dia pilih anaknya kembali. Dibanding harus makan biaya besar di Amerika.

Seorang pengacara turunan Arab juga menggalang dana. Untuk orang tua Zhang. "Target dana yang kami kumpulkan 500 ribu dolar AS," kata Roaa Al Heeti. Pengacara kasus imigrasi di Campaign. Yang tampak selalu berjilbab itu. "Sekarang sudah terkumpul 159 ribu dolar AS,” katanya. Atau sudah setara hampir Rp 2 miliar.

Christensen terus menolak tuduhan jaksa. Ia tidak mau mengaku sebagai pembunuh Zhang.

Pengacaranya juga kesulitan. Tidak mungkin bisa membebaskan Christensen. Yang maksimal bisa dilakukan adalah: jangan dijatuhi hukuman mati. Target pengacara: bisa dihukum seumur hidup.

Perkara ini memang terlalu menarik perhatian. Sampai harus diadili di pengadilan federal. Bukan pengadilan lokal. Ancaman hukumannya memang tertinggi: hukuman mati.

Hanya saja Illinois termasuk negara bagian yang sudah menghapus hukuman mati. Sehingga, misalkan Christensen  dijatuhi hukuman mati, pelaksanaannya harus di Indiana. Negara bagian di sebelahnya.

Juri begitu sulit memutuskan. Kecenderungannya memang hukuman mati. Kecuali Christensen berubah di dua sikap.

Pertama, mengaku bersalah.

Kedua, memberitahukan di mana mayat Zhang dibuang. Atau dipendam. Atau diapakanlah.

Christensen tetap tidak mau mengaku.

Mayat Zhang tetap misterius.




Ji Chang-wook Gelar Fansign di Jakarta 12 Mei Mendatang, Siap Suguhkan Pengalaman Istimewa bagi Para Penggemar

Sebelumnya

Cerita Pengalaman Vloger asal China Menginap di Hotel Super Murah Hemat Bajet

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Disway