Zhang Yingying
Zhang Yingying
KOMENTAR

IA pun berhasil. Terhindar dari hukuman mati. Kamis lalu. Drama panjang ini pun berakhir.

Tetap tidak ditemukan di mana mayat Zhang Yingying. Calon doktor asal Nanjing. Yang kuliah di kampusnya Andi Malarangeng dan Sri Mulyani  itu: Urbana Campaign, dekat Chicago.

Gadis 26 tahun itu sudah meraih master. Di bidang teknik lingkungan. Dari universitas terkemuka di Tiongkok: Beijing University.

Cita-cita Zhang ingin jadi doktor pertanian. Khususnya dalam ilmu fotosintesis. Yang akan bisa meningkatkan hasil panen.

Ayahnya sopir truk. Di sebuah perusahaan di Nanjing. Zhang sangat dibanggakan. Sebagai anak yang akan mengubah nasib keluarganya.

Terbunuh di dekat kampusnya. Di Amerika. Di saat Zhang baru tiga bulan kuliah di negara bagian Illinois itu.

Tepatnya: dia hilang.

Yang tahu pertama adalah kantor pemasaran persewaan apartemen.

Pada jam 14.00 hari itu ada text masuk ke HP staf pemasaran itu. Dari Zhang Yingying. Isinya permintaan maaf. Akan sedikit terlambat. Perlu kira-kira 10 menit lagi. Untuk bisa tiba di kantor pemasaran itu. Untuk menandatangani dokumen sewa apartemen.

Alasannya: ketinggalan bus kota. Harus menunggu bus berikutnya.

Tapi Zhang tidak pernah sampai di kantor pemasaran itu. Di WA balik. Tidak menjawab. Ditelepon tidak bisa.

Teman-temannya tahu: sore itu Zhang hanya punya satu acara. Tanda tangan itu.

Mereka lapor polisi

Hasilnya: Zhang diketahui masuk ke salah satu mobil. Di dekat pemberhentian bus kota. Di komplek kampusnya. Mobil yang dimasukinya warna hitam. Sedan. Merknya: Saturn Astra. Empat pintu. Ada sunroof di atapnya.

Dicarilah mobil jenis itu. Diketahuilah hanya 18 orang yang memilikinya. Satu persatu ditanya. Yang paling mirip adalah milik Brendt Christensen. Umur 28 tahun. Dosen muda. Juga di universitas itu.

Christensen baru lulus master ilmu fisika. Ingin melanjutkan ke S3. Tapi mengajar dulu. Sambil melakukan penelitian material-material langka. Sebagai persiapan untuk meraih gelar doktornya kelak.

Christensen mengelak. Mengaku tidak kenal Zhang Yingying. Tidak juga mengajaknya masuk mobilnya. Ia mengaku hari itu tidak keluar rumah.

Tapi yang terekam di cctv itu kan mobilnya?

"Belum tentu," katanya. Kecuali sosoknya nyata-nyata ada di cctv itu.

Memang ada cctv yang dipasang dekat pemberhentian bus itu. Mobilnya terlihat persis. Termasuk goresan di sampingnya.

Akhirnya ia mengaku: Zhang Yingying memang naik ke mobilnya. Tapi bukan berarti ia membunuhnya. Tidak ada bukti. Katanya: Zhang hanya sebentar ikut mobilnya. Beberapa blok kemudian turun dari mobil.

Sampai tidak cukup bukti untuk menangkap Christensen.

Saat polisi bertanya di mana ia hari itu Christensen bilang: main video games. Sehari penuh.

Mentok.




Ji Chang-wook Gelar Fansign di Jakarta 12 Mei Mendatang, Siap Suguhkan Pengalaman Istimewa bagi Para Penggemar

Sebelumnya

Cerita Pengalaman Vloger asal China Menginap di Hotel Super Murah Hemat Bajet

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Disway