post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PEMERINTAHAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikhawatirkan abai akan pentingnya pemberian vaksin flu kepada para imigran yang ditahan di California.

Kekhawatiran itu diutarakan oleh sejumlah dokter yang tergabung dalam kelompok Doctor for Camp Closure atau D4CC. Mereka mendesak Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat segera menerima tawaran mereka untuk memberikan suntikan flu gratis kepada para imigran di California.

"Sebagai dokter, kita telah melihat efek dari infeksi flu. Hasilnya bisa sangat menghancurkan," begitu bunyi keterangan yang dirilis kelompok tersebut jelang akhir pekan ini.

Mereka telah mengajukan surat permohonan resmi agar pemerintahan Trump mau mempertimbangkan kembali keputusannya untuk tidak memvaksinasi para imigran. Mereka khawatir wabah flu akan bisa menimbulkan dampak buruk bahkan hingga kematian.

Dalam surat itu, mereka mengajukan diri untuk memberikan vaksin fratis di San Ysidro, California, tepatnya di fasilitasn pemrosesan dan penahanan Bea Cukai dan Perbatasan.

"Kami mohon Anda untuk mengizinkan dokter sukarelawan kami untuk mengadakan klinik vaksin flu yang kami minta," begitu kutipan surat permohonan tersebut.

Sementara itu, badan perlindungan Bea Cukai dan perbatasan Amerika Serikat, yang merupakan bagian dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, dikabarkan menolak tawaran tersebut.

Seorang juru bicara yang tidak ingin disebutkan namanya karena kebijakan agensi mengatakan dalam sebuah pernyataan ke NBC News bahwa lembaga tersebut tidak pernah memberikan vaksin. Hal itu dikarenakan para imigran di fasilitas tersebut biasanya tidak ditahan untuk waktu yang lama. (F)

Kampanye Anti-Vaksin Picu Penyebaran Cepat Wabah Campak

Sebelumnya

Waspada, Kebisingan Bisa menjadi Polusi Suara Yang Serius

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health World