5 pemuda berangkat ke Eropa/Instagram @pandawaragroup
5 pemuda berangkat ke Eropa/Instagram @pandawaragroup
KOMENTAR

KELOMPOK anak muda peduli lingkungan asal Bandung yang sering kali membersihkan sampah yakni Pandawara Group, baru-baru ini di undang ke Denmark untuk belajar pengelolaan sampah dan lingkungan.

Pandawara dikenal dengan aksi bersih-bersih di Sungai maupun Pantai yang kotor penuh dengan sampah. Aksi yang dilakukan dari lima pemuda yaitu Gilang, Ikhsan, Rafly, Rifqy, dan Agung ini menuai pujian dan apresiasi dari masyarakat Indonesia.

Tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang mengapresiasi dan kagum dengan aksi terpuji Pandawara. Siapa sangka, ternyata kepeduliannya terhadap lingkungan membawa langkah mereka sampai ke Denmark untuk belajar tentang pengelolaan sampah dan lingkungan.

Denmark memang dikenal sebagai negara terbersih di dunia dan sangat perhatian dengan lingkungan. Denmark bahkan memiliki reputasi sebagai negara yang ramah lingkungan. Negara ini juga menjadi pelopor terkait energi angin dan memiliki infrastruktur transportasi yang sangat baik.

Pandawara diundang langsung oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Denmark agar dapat melakukan studi banding mengenai cara Denmark mengolah sampah dan menjaga lingkungannya.

Tujuan dari mengundang Pandawara Group ke Denmark adalah untuk mendapat pelatihan mengelola sampah dan lingkungan secara langsung dari ahlinya. Kelima pemuda tersebut berangkat pada pertengahan November dan akan menyambangi dua kota, yakni Copenhagen dan Odense selama 18 hari.

Dilansir dari unggahan di akun Instagram resminya @pandawaragroup, di hari pertama mereka belajar tentang Circular Economy dan Waste Management di lokasi bernama Copenhill yang merupakan salah satu tempat pengelolaan sampah terbaik di dunia.

Dari data yang dihimpun oleh Farah.id, Copenhill atau Amager Bakke adalah fasilitas pembangkit listrik tenaga limbah yang diciptakan untuk mengatasi tingginya tingkat emisi korban yang ada di dunia. Amager Bakke mengubah 440.000ton sampah atau limbah menjadi listrik bagi 150.000 rumah di Copenhagen dan sekitarnya.

Pandawara juga diajak untuk masuk ke dalam bangunan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pengelolaan sampah atau limbah menjadi arus listrik.

Warganet berharap sepulangnya Pandawara Group dari Denmark, mereka dapat menerapkan segala ilmu yang didapatkan dan memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan di Indonesia.




Sebuah Inspirasi Kampus UM6P Maroko Bukan Menara Gading

Sebelumnya

Bulan Separuh di Atas Marakesh

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Horizon