Warga Gaza di tengah reruntuhan bangunan (15/10)/Anadolu Agency
Warga Gaza di tengah reruntuhan bangunan (15/10)/Anadolu Agency
KOMENTAR

CHINA mendesak Israel untuk menghentikan hukuman kolektif terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza, di saat yang sama Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan perjalanan ke Timur Tengah selama akhir pekan dalam upaya untuk mencegah perang yang lebih luas di wilayah tersebut.

Sudah lebih dari seminggu setelah kelompok militan Hamas melancarkan serangan terburuknya terhadap Israel sejak Perang Yom Kippur tahun 1973, yang menewaskan sedikitnya 1.400 warga sipil di sana.

Sebagai pembalasan, Israel pekan lalu melancarkan serangan udara ke Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 2.670 orang, memutus pasokan makanan, air, bahan bakar dan listrik ke daerah kantong Palestina, dan memerintahkan warga sipil untuk mengungsi dari Gaza utara menjelang serangan darat yang diperkirakan bertujuan untuk memberantas Hamas.

“Tindakan Israel lebih dari sekadar membela diri dan harus memperhatikan seruan komunitas internasional internasional dan Sekretaris Jenderal PBB untuk menghentikan hukuman kolektif terhadap orang-orang di Gaza,” demikian pernyataan Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud melalui telepon pada hari Minggu (15/10).

“Pelaksanaan hak membela diri harus mematuhi hukum kemanusiaan internasional dan tidak boleh mengorbankan korban sipil yang tidak bersalah,” kata Wang, dalam percakapan telepon terpisah dengan rekannya, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.

Komentar Wang muncul dalam serangkaian seruan pada akhir pekan, ketika para pemimpin dunia berupaya mencegah eskalasi perang Israel-Hamas menjadi konflik Timur Tengah yang lebih luas.

Saat Blinken mengunjungi tujuh negara di kawasan – Israel, Yordania, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Mesir – dalam beberapa hari terakhir, presiden garis keras Iran Ebrahim Raisi memperingatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Minggu bahwa perang akan meluas jika pengepungan Israel terhadap Gaza tidak dihentikan.

“Israel berhak – bahkan berkewajiban – untuk mempertahankan diri dari serangan Hamas ini, dan mencoba melakukan apa yang bisa dilakukan untuk memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi,” kata Blinken kepada wartawan saat dia tiba di Kairo pada hari Minggu (15/10).

“Seperti yang saya katakan di Tel Aviv, seperti yang dikatakan Presiden Biden, cara Israel melakukan hal ini penting. Hal ini perlu dilakukan dengan cara yang menegaskan nilai-nilai bersama yang kita miliki demi kehidupan manusia dan martabat manusia, serta mengambil segala tindakan pencegahan untuk menghindari kerugian terhadap warga sipil,” tambahnya.

Mesir telah setuju untuk membuka perbatasannya agar bantuan kemanusiaan dapat mulai menyeberang ke Gaza mulai pukul 9 pagi waktu setempat pada hari Senin (16/10), sementara warga Palestina dengan paspor asing kini diizinkan melintasi perbatasan selatan Gaza dengan Mesir untuk terbang dari Kairo ke tujuan akhir mereka.

Menggarisbawahi gawatnya krisis di Gaza, Biden pada hari Minggu menunjuk mantan duta besar David Satterfield sebagai Utusan Khusus untuk masalah kemanusiaan Timur Tengah.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada NBC News bahwa Biden sedang mempertimbangkan undangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melakukan perjalanan ke Israel dalam kunjungan solidaritas di tengah perang.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News