Kota Tua Yericho di Palestina/NET
Kota Tua Yericho di Palestina/NET
KOMENTAR

Bekas reruntuhan prasejarah Kota kuno Yericho di Tepi Barat Palestina ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. 

Dengan begitu, Jericho terpilih masuk dalam daftar pada sidang ke-45 Komite Warisan Dunia UNESCO.

Pemungutan suara tersebut diadakan dalam pertemuan Komite Warisan Dunia, yang diawasi oleh UNESCO, badan perlindungan budaya PBB, di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Sebagai mana diketahui, Kota tua Yericho/Tell es-Sultan termasuk salah satu kota tertua di dunia dan sudah ada sejak 10.000 SM.

"Palestina berkomitmen melestarikan situs unik ini untuk kepentingan umat manusia," kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas dilansir Farah.id dari Al Jazeera, Senin (18/9).

Dikatakan Abbas, dengan terpilihnya Jericho kuno ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO merupakan bukti keaslian dan sejarah bangsa Palestina.

Sementara itu, Keputusan UNESCO itu mendapat kecaman dari Israel. Kementeriaan Luar Negeri Israel mengeluarkan pernyataan yang mengecam keputusan tersebut dengan menyebutnya sebagai taktik yang sinis.

Untuk diketahui, Israel keluar dari UNESCO atas tuduhan bahwa organisasi PBB tersebut memupuk bias anti-Israel, namun Israel mengirimkan delegasi ke pertemuan tahun ini di Arab Saudi.

Israel merebut Tepi Barat, serta Gaza dan Yerusalem timur, dalam perang Timur Tengah tahun 1967. Palestina menginginkan ketiga wilayah tersebut untuk menjadi negara mereka di masa depan.

Berlokasi di 1,5 kilometer utara kota Jericho modern dan 10 kilometer barat laut Laut Mati, kota itu berada 250 meter di bawah permukaan laut di sepanjang Jordan Rift Valley, yang menjadikannya kota kuno terendah di dunia.

"Palestina berkomitmen melestarikan situs unik ini untuk kepentingan umat manusia," terangnya.

 

 




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News