Sekecil apapun luka yang muncul, ada baiknya lakukan tindakan yang tepat, salah satunya dengan menutup luka menggunakan perban/Net
Sekecil apapun luka yang muncul, ada baiknya lakukan tindakan yang tepat, salah satunya dengan menutup luka menggunakan perban/Net
KOMENTAR

MERAWAT luka memerlukan seninya tersendiri. Hal ini tidak bisa digeneralisasikan, karena harus dinilai dari tipe luka, ukuran, kebersihan, lokasi, dan berbagai faktor lainnya.

Penyebab luka semakin parah adalah karena cara perawatannya yang salah. Banyak yang mengira, luka terbuka harus dibiarkan terkena angin agar kering dan cepat sembuh.

Pemikiran tersebut tidak sepenuhnya salah, karena luka tidak basah dalam waktu lama dan mengeringkan luka dapat membantu penyembuhan. Tapi sekali lagi, hal ini tidak berlaku untuk semua jenis luka.

“Luka gores atau luka lecet yang ringat dan tidak mengeluarkan darah terlalu banyak perlu ditutup menggunakan perban agar terhindar dari infeksi dan mempercepat pertumbuhan,” kata dr Kevin Mak yang ditemui di acara First Aid Conference di Plaza UOB Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (12/9).

Lebih lanjut dr Kevin menjelaskan, ada beberapa syarat yang menentukan luka harus diperban:

  • Luka terletak pada bagian kulit yang mudah teriritasi oleh pakaian atau tergesek permukaan benda.
  • Berada di lingkungan yang kering dan berudara dingin, sehingga bisa membuat kulit menjadi kering.
  • Luka rentan terkontaminasi debu, polusi, atau kotoran yang mungkin mengandung bakteri penyebab infeksi.
  • Menderita penyakit kulit, seperti eksim atau psoriasis, yang membuat kulit sering mengalami peradangan dan berubah kering.

“Penting diketahui bahwa menutup luka dengan perban dapat membantu mempertahankan kelembapan di sekitar kulit yang terluka,” ujar dia.

Apabila kulit tetap terjaga kelembapannya, maka proses pemulihan jaringan kulit yang rusak akibat luka akan lebih cepat. Kondisi kulit yang lembap membantu konerja sel fibroblast dalam membentuk jaringan baru yang menutup luka.

Tidak sampai di situ saja, kulit yang lembap juga bisa mengurangi jumlah cairan yang keluar dari luka. Bahkan, menjaga kelembapan luka merupakan salah satu cara mempercepat kesembuhan luka pada pasien diabetes atau gangguan pembekuan darah. Dengan begitu, pasien terhindar dari risiko amputasi.

Kesimpulannya, meskipun luka tergolong ringan, ada baiknya menutup luka tersebut untuk menghindari dari kotoran dan risiko infeksi. Menutup luka dengan perban menjadi pertolongan pertama untuk memberikan manfaat dalam pengobatan luka dan penyembuhan selanjutnya.




Puasa Tetap Aman Bagi Pengidap Diabetes Melitus

Sebelumnya

Cegah TBC pada Anak dengan Vaksin BCG, Jangan Lupa Kenali Efek Sampingnya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health