Itamar Ben-Gvir dan Bella Hadid saling tuding rasis/Net
Itamar Ben-Gvir dan Bella Hadid saling tuding rasis/Net
KOMENTAR

ADU argumen antara supermodel berdarah Palestina Bella Hadid dan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memanas di jagat maya.

Putri pengusaha real estate Mohammed Hadid itu melayangkan kritik pedas terhadap komentar Ben-Gvir tentang hak-hak Israel mengalahkan kebebasan bergerak Palestina. Warga Palestina menyebut komentar Ben-Gvir yang berhaluan sayap kanan itu sebagai tindakan rasis.

Dalam sebuah wawancara dengan N12 News baru-baru ini, Itamar Ben-Gvir mengatakan bahwa hak untuk hidup dan bergerak bagi para pemukim Israel di pemukiman ilegal di Tepi Barat mengalahkan hak untuk bergerak bagi warga Palestina.

Warga Palestina diketahui telah lama memprotes pembatasan perjalanan, termasuk adanya pos pemeriksaan yang diberlakukan oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki, sebuah wilayah di mana mereka menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas.

Ben-Gvir, yang tinggal di pemukiman Yahudi di Kiryat Arba dekat titik konflik di kota Hebron, Tepi Barat, mengatakan dalam wawancara bahwa pembatasan diperlukan untuk melindungi keamanan keluarganya.

“Hak saya, hak istri saya, hak anak-anak saya untuk melakukan perjalanan di jalan Yudea dan Samaria lebih penting daripada hak untuk bergerak bagi orang Arab,” katanya, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Sontak, Bella Hadid yang dikenal vokal menyuarakan hak-hak rakyat Palestina mengkritik komentar Ben-Gvir melalui Instagram di mana adik Gigi Hadid itu memiliki hampir 60 juta pengikut.

“Tidak ada tempat, waktu, apalagi di tahun 2023 ini bahwa kehidupan yang satu harus lebih berharga dari kehidupan yang lain. Terutama karena etnis, budaya, atau kebencian murni mereka,” tulis Bella dalam unggahannya, Kamis (24/8/2023).

Tak hanya mengkritik komentar Ben-Gvir, Bella juga mengunggah video dari kelompok HAM terkemuka Israel B’Tselem yang menunjukkan tentara Israel di Hebron memberi tahu seorang penduduk bahwa warga Palestina tidak diizinkan berjalan di jalan tertentu karena jalan tersebut diperuntukkan bagi orang Yahudi.

Ben-Gvir, anggota koalisi sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sebelumnya pernah dihukum karena menghasut rasisme dan mendukung organisasi teroris.

Ben-Gvir kemudian memberi tanggapan pada Jumat (25/8/2023) dengan menyebut Bella sebagai “pembenci Israel” dan mengatakan supermodel yang menetap di Amerika Serikat itu  hanya mengunggah cuplikan wawancara dan mencapnya sebagai seorang rasis.

Kementerian Luar Negeri Palestina pada hari Kamis mengecam pernyataan Ben-Gvir yang hanya menegaskan rezim apartheid Israel atas supremasi Yahudi.

Komunitas internasional, bersama dengan Palestina, menganggap pembangunan pemukiman warga Israel adalah ilegal. Lebih dari 700.000 warga Israel tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki—wilayah yang direbut oleh Israel pada tahun 1967 dan diinginkan oleh para pemimpin Palestina untuk dijadikan negara masa depan.

Warga Palestina di Hebron, di mana pemukiman Yahudi menempati sebagian besar pusat kota, sangat rentan terhadap kekerasan pemukim yang disponsori negara serta pengawasan Israel. Serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan harta benda mereka juga sering terjadi.

Tepi Barat telah diguncang kekerasan sejak awal tahun lalu, terutama dengan serangan mematikan yang berulang kali dilakukan oleh tantara Israel. Menurut PBB, lebih dari 200 warga Palestina telah terbunuh tahun ini, jumlah kematian tertinggi sejak tahun 2005.

Israel menolak anggapan bahwa mereka menerapkan sistem apartheid terhadap warga Palestina. Padahal jelas-jelas,  laporan organisasi HAM terkemuka – termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International – menyatakan sebaliknya.




IISD Desak Presiden Jokowi Sahkan RPP Kesehatan: Optimalisasi Kesehatan Anak Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Sebelumnya

Israel Akan Datang ke Qatar untuk Melanjutkan Perundingan Gencatan Senjata dan Pertukaran Sandera

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News