Karya 8 desainer yang siap berangkat ke IN2MF in Paris/@kamiidea
Karya 8 desainer yang siap berangkat ke IN2MF in Paris/@kamiidea
KOMENTAR

BANK Indonesia menaruh perhatian besar terhadap geliat modest fashion di Tanah Air terutama yang mengutamakan pemakaian wastra Nusantara dan mengusung konsep sustainability. Salah satunya dengan mendukung penuh gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) yang tahun ini memasuki tahun kedua.

“IN2MF sejatinya bukan milik Bank Indonesia saja, melainkan pekerjaan bersama dengan Kementerian Koperasi & UKM, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kami menyadari, untuk bisa mengembangkan modest fashion secara optimal tidak bisa sendirian,” ujar Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Ita Rulina dalam media gathering Front Row Paris & IN2MF in Paris IFC di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta pada Kamis (24/8/2023).

Ita menjelaskan bahwa dukungan BI kepada para desainer IFC merupakan salah satu cara untuk memperkuat keuangan syariah sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk memperbesar dan memperluas produk halal Indonesia. Wapres telah menekankan bahwa produk halal bersifat luas, bukan hanya makanan.

Wapres Ma’ruf Amin dalam ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival) 2022 menyatakan bahwa Indonesia harus menjadi pusat modest fashion dunia. Karena itulah diperlukan sinergi banyak pihak untuk memperjuangkannya agar berhasil menembus pasar global.

Penelusuran Farah.id menunjukkan bahwa IN2MF diluncurkan pada acara ISEF tahun 2022. Sebelumnya, IN2MF merupakan bagian dari rangkaian ISEF yang diadakan oleh Bank Indonesia. IN2MF menampilkan karya-karya terbaru dari para desainer anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC).

“Cara untuk mengoptimalkan potensi kekayaan wastra Indonesia dan kreativitas desainer adalah dengan membawa fesyen yang mereka hasilkan ke pusat fesyen dunia, yang selama ini didominasi negara Eropa. Jika tidak memakai strategi yang mendobrak, kita hanya berjaya di negeri sendiri,” ungkap Ita.

Ia menambahkan bahwa target selanjutnya adalah agar IN2MF dikenal dan dipromosikan ke seluruh dunia. Dan tentu saja, agar semakin banyak desainer menghasilkan karya yang mengedepankan wastra Indonesia dan membagikan narasi Nusantara tentang bagaimana perempuan menenun dapat memperkaya khazanah budaya bangsa sekaligus meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

Ita memaparkan bahwa 46 kantor cabang Bank Indonesia di seluruh Tanah Air, masing-masing telah memiliki sejumlah binaan terkait pembuatan wastra tradisional. Pada tahun ini, ada empat jenis wastra yang dipilih yaitu dari daerah Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.

BI mempersilakan para desainer IFC memilih sendiri produk mana yang akan mereka pakai untuk Front Row Paris dan IN2MF in Paris tahun ini.

“Dengan begitu, kami berharap para pelaku UMKM (perajin wastra) dapat meningkatkan kualitas produk mereka agar bisa dipilih desainer untuk masuk ke dalam masterpiece mereka,” tutup Ita.




Jadi Discover The Unseen Ikon Make Over, Isyana Sarasvati Pamerkan Lip Gloss Andalan

Sebelumnya

Makeup untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 5 Hal Ini untuk Cegah Iritasi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga