JPO Phinisi yang sedang diminati warga sebagai tempat berfoto yang memperlihatkan langit Jakarta/Net
JPO Phinisi yang sedang diminati warga sebagai tempat berfoto yang memperlihatkan langit Jakarta/Net
KOMENTAR

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan kementeriannya masih mengkaji wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghindari polusi udara yang kian buruk di langit Jakarta dan sekitarnya.

“Kita belum sampai pada kesimpulan apakah kebijakan tersebut akan menjadi imbauan menteri, imbauan perusahaan (swasta), atau imbauan pemerintah provinsi,” ujarnya kepada Farah.id usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI (16/8/2023).

Ia menegaskan bahwa polusi udara adalah masalah bersama yang harus diselesaikan sesegera mungkin agar tidak memburuk dan mengganggu mobilitas masyarakat yang tengah meningkat seusai pandemi.

Menaker mengatakan kebijakan WFH memang menjadi salah satu opsi untuk menghindari polusi. Namun tentulah jalan keluar untuk mengatasi polusi menjadi lebih urgen. Jika tidak ada jalan keluar, polusi akan terus memburuk.

Penelusuran Farah.id menunjukkan bahwa Presiden Jokowi dalam rapat di Istana Merdeka pada 14 Agustus telah memberikan instruksi kepada sejumlah menteri juga gubernur untuk segera menangani polusi udara di kota Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Presiden menyebutkan bahwa kualitas udara di ibu kota Jakarta berada di angka 156 yang mengindikasikan kondisi tidak sehat. Presiden Jokowi menekankan perlu intervensi secepatnya untuk memperbaiki kondisi kualitas udara di DKI Jakarta.

Kualitas udara yang buruk itu diakibatkan kemarau panjang selama tiga bulan terakhir, emisi kendaraan bermotor, dan kegiatan industri manufaktur di Jabodetabek yang masih didominasi penggunaan batu bara.

Selain mengganggu kesehatan, kualitas buruk udara Jakarta juga bisa memperlambat tercapainya target wisatawan ke Jakarta. Selama ini, kita mengetahui bahwa sejumlah destinasi wisata di kota Jakarta bersifat outdoor (luar ruangan).

Tiga di antaranya yang sedang hits sebagai destinasi wisata kekinian adalah JPO Phinisi, rooftop di gedung Sarinah, dan halte Bundaran HI.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News