KOMENTAR

NAMA Retno Hening Palupi dulu dikenal sebagai ibunya Kirana, sebelum sekarang menjadi ibu dari dua putri (Kirana dan Rumaysa). Menetap di Oman mengikuti pekerjaan sang suami, Retno adalah mantan guru TK yang kerap membagikan video kebersamaannya dengan Kirana, yang menjadi inspirasi banyak ibu muda dalam hal pengasuhan anak.

Jauh dari keluarga, Retno terlihat percaya diri dalam mengasuh kedua putrinya. Ia pun mendapat banyak pujian dari warganet Tanah Air seputar cara pengasuhan yang diterapkan pada anak-anaknya.

Retno pada akhirnya menjadi tempat bertanya banyak ibu dan calon ibu. Mereka biasanya meminta tips mengatasi masalah anak, tips mendidik anak, tips menjaga Kesehatan anak, dan tak sedikit pula yang bertanya berdasarkan kasus pribadi mereka.

Happy Little Soul menjadi salah satu buku karangan Retno yang laris manis. Saat dia berada di Indonesia, meet and greet yang digelar dalam rangka promosi buku mendapat antusiasme tinggi dari para perempuan.

Suatu ketika, ada sebuah pertanyaan menggelitik tentang seorang perempuan yang minder dengan pencapaian Retno dalam mendidik buah hatinya.

Bagaimana jika saya tidak mampu menjalankan peran sebagai ibu? Bagaimana jika saya tidak memiliki karakter sebagai ibu yang baik? Bagaimana jika terjadi masalah dengan anak saya dan saya tidak bisa menyelesaikannya dengan baik?

Retno Hening mengatakan hal berikut ini.

“Ketika Allah mempercayakan kehamilan kepada saya, berarti Allah tahu saya mampu menjadi seorang ibu. Saya memberi sugesti pada diri sendiri. Kalaupun nanti di tengah jalan saya merasa berat, saya yakin Allah selalu mendampingi saya. Maka tidak ada yang perlu dicemaskan. Allah Maha Pemurah.”

Dari kata-kata Retno tersebut, kiranya kita sebagai hamba harus meyakini bahwa Allah memiliki sebaik-baik rencana untuk kita.

Menjadi ibu adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan keluasan pengetahuan, kesabaran, keuletan, dan ketangguhan kita sebagai perempuan, untuk bisa mengajarkan kebaikan kepada anak-anak kita.

Kita hendaknya menyambut kehamilan dengan husnudzan (berbaik sangka) dan kegembiraan. Menjalani 9 bulan 10 hari dengan menjaga Kesehatan dan menjaga kedekatan dengan Sang Pencipta. Dengan demikian, kita bertawakkal agar Allah senantiasa memudahkan jalan kita untuk melahirkan, menyusui, dan membersamai anak-anak kita.

Dan ketika kelak kita mengalami masalah dalam pengasuhan anak-anak, seberat apa pun, jangan lupa untuk meminta pertolongan Allah Swt. Insya Allah, orang tua yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, akan selalu mendapatkan bantuan dari Allah untuk menyelesaikan setiap permasalahan.




Fenomena Mom Shaming, Bunda Pelaku atau Korban?

Sebelumnya

Sudahkah Kita Mencintai Si Buah Hati dengan Cara yang Tepat?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Parenting