Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

TIDAK ingin mengulang kesalahan yang menyebabkan meninggalnya 70 anak di Gambia dan 19 anak di Uzbekistan pada tahun lalu, Pemerintah India kini mewajibkan seluruh sirup obat batuk yang akan diekspor mengikuti pengujian laboratorium. Obat-obatan tersebut harus mendapatkan sertifikat analisis yang dikeluarkan oleh laboratorium pemerintah.

Peraturan baru ini diberlakukan mulai 1 Juni 2023 dab telah dikeluarkan pada 22 Mei kemarin secara resmi ileh Kementerian Kesehatan India.

“Sirup obat batuk yang boleh diekspor, sampelnya wajib diuji di laboratorium dan harus mendapatkan sertifikat analisis,” begitu bunyi pemberitahuan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan India.

Pemberitahuan ini ditujukan untuk mengidentifikasi tujuh laboratorium pemerintah federal tempat sampel dapat dikirim untuk pengujian, selain laboratorium negara bagian yang disertifikasi oleh badan akreditasi nasional.

Sementara itu, tes sirup obat batuk ini dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals Ltc. Mereka tidak menampik bahwa pengujian erat kaitannya dengan kematian anak-anak di Gambiar usai sirup obat batuk yang mereka minum terkontaminasi racun.

Diketahui, sirup obat batuk tersebut dibuat oleh Marion Biotech meskipun perusahaan menyangkal melakukan kesalahan.

Sementara Reuters melaporkan, India kini sedang mempertimbangkan perubahan kebijakan di industri Farmasi, termasuki pengujian sirup obat batuk beserta bahan baku obat.

Kementerian kesehatan dan regulator federal negara bagian juga berencana mengadakan sesi brainstorming di kota selatan Hyderabad untuk menemukan solusi ekspor sirup obat batuk.

Seperti diketahui, industri farmasi India adalah salah satu yang terbesar di dunia. Namun kini reputasinya merosot setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan racun dalam sirup obat batuk yang dibuat di tiga perusahaan farmasi India.

Akibat hal ini, terjadi kematian anak massal di beberapa wilayah di India.




Menteri Perindustrian Dukung Pembentukan Satgas Pemberantasan Barang Impor Ilegal

Sebelumnya

Mendikbudristek Nadiem Makarim: Penting Menanamkan Rasa Cinta terhadap Perbedaan dalam Diri Anak Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News