KOMENTAR

SIAPA Muslim yang tak ingin mendapatkan malam 1000 bulan?

Tak ada seorang pun yang tak menginginkannya. Hanya saja, keinginan itu seringkali tidak berbanding lurus dengan ikhtiar yang dilakukan untuk meraihnya.

Ustaz Muhammad Nurul Dzikri dalam sebuah kajian menjelaskan bahwa beribadah di malam Lailatul Qadr lebih baik daripada beribadah selama 1000 bulan atau 83 tahun lebih.

Dalam surah Al-Qadr ayat ketiga, Allah berfirman: lailatul qadri khairun min alfi syahrin.

Bagaimana cara kita mencari dan mendapatkan malam Lailatul Qadr?

Jawabannya adalah mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan, khususnya di malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan).

Aisyah ra. menyebutkan bahwa, “Jika memasuki 10 malam terakhir di bulan Ramadan, beliau (Rasulullah) mengencangkan ikat pinggang”

Apa yang dimaksud dengan mengencangkan ikat pinggang pada 10 malam terakhir?

Pertama, Rasulullah tidak melakukan hubungan suami istri karena fokus beribadah. Kedua, beliau menghidupkan malam-malam tersebut dengan beribadah. Dan ketiga, beliau membangunkan keluarga beliau untuk beribadah.

Dari hadis di atas, kita memahami bahwa untuk mendapatkan Lailatul Qadr adalah dengan melaksanakan ibadah semaksimal mungkin di 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Dan sebisa mungkin menghindari dulu hal-hal yang mubah yang bisa menurunkan kualitas dan kuantitas ibadah kita.

Lantas ibadah apa saja yang bisa membuat kita meraih keutamaan Lailatul Qadr?

1# Menjaga salat lima waktu, terutama salat Isya dan salat Subuh yang dilakukan secara berjemaah.

“Barang siapa melaksanakan salat Isya berjemaah maka mendapat bonus pahala salat atau ibadah setengah malam full. Dan barang siapa yang mengerjakan salat Isya dan salat Subuh berjemaah maka genaplah bonus pahalanya menjadi salat atau ibadah semalam suntuk.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, tidak mengherankan apabila Imam Syafi’i mengatakan bahwa barang siapa yang salat Isya dan salat Subuh berjemaah maka dia mendapatkan Lailatul Qadr.

2# Salat Tarawih berjemaah.

“Barang siapa salat Tarawih berjemaah dengan Imam sampai selesai atau ditutup dengan Witir, maka dia mendapatkan pahala salat semalam suntuk.” (HR. Tirmidzi)

3# Memperbanyak membaca Al-Qur’an minimal 100 ayat dalam semalam.

“Barang siapa yang membaca 100 ayat Al-Qur’an di sebuah malam, maka dia mendapat bonus pahala seperti salat atau ibadah semalam suntuk.” (dishahihkan oleh Imam Al-Abani dalam Shohihul Jami’)

Dan alangkah lebih baiknya jika kita dapat memperbanyak bacaan Al-Qur’an kita dalam satu malam. Di setiap malam pada 10 malam terakhir Ramadan, sungguh barakah bila kita mampu khatam satu kali setiap malam.

4# Memperbanyak doa, khususnya: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fuannii.

Itu adalah doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah. Yang artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”

5# Memperbanyak muhasabah atau introspeksi diri.

Jangan lelah untuk memohon ampunan melalui istighfar dan bertobat atas segala kekeliruan yang kita perbuat.

6# Memperbanyak dzikir, khususnya setelah tengah malam.




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur