Jangan sampai melewatkan melakukan gerakan 3M, sebagai upaya pencegahan DBD/Net
Jangan sampai melewatkan melakukan gerakan 3M, sebagai upaya pencegahan DBD/Net
KOMENTAR

HUJAN sudah turun semakin sering. Potensi berbagai macam penyakit, seperti demam berdarah dengue, diare, dan leptospirosis, meningkat. Tidak bisa dianggap remeh, sebaiknya pencegahan mulai dilakukan agar tidak terserang penyakit musiman ini.

Yang menjadi sorotan saat musim penghujan datang adalah wabah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan infeksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Nyamuk ini lebih aktif pada pagi hingga sore hari, dan biasanya bersarang di pohon, tanaman, serta air bersih. Dan di musim pancaroba seperti sekarang ini, nyamuk-nyamuk tersebut cepat sekali berkembang biak lantaran banyaknya genangan yang muncul.

Untuk mencegah terinfeksi virus dengue, ada baiknya lakukan beberapa aktivitas ini. Karena jika tidak, virus tersebut bisa mengancam jiwa penderitanya.

Jaga daya tahan tubuh

Hal terpenting dalam upaya pencegahan DBD adalah menjaga daya tahan tubuh. Caranya, biasakan untuk menerapkan pola hidup sehat. Konsumsilah makanan yang bergizi tinggi, yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Aturlah menu makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta daging. Tambahkan dengan olahraga ringan untuk menjaga tubuh tetap prima.

Jalankan program 3M

Kuras bak mandi, tutup semua tempat genangan air, dan daur ulang barang-barang bekas. Genangan air merupakan tempat berkembang biak nyamuk DBD. Karenanya, kuras dan tutup tempat-tempat yang memungkinkan munculnya genangan. Kubur atau daur ulang wadah-wadah yang sudah using dan tidak terpakai, setidaknya dua kali seminggu.

Pasang kasa dan gunakan kelambu

Tutup semua lubang ventilasi menggunakan kasa, dan gunakan kelambu pada jendela atau tempat tidur. Cara ini juga efektif untuk menghindar dari gigitan nyamun aides aegypti.

Lakukan vaksinasi DBD

Vaksinasi DBD ini penting dan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Diberikan 3 kali dengan jarak antar dosis yaitu 6 bulan. Sebelumnya, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter di klinik atau rumah sakit terdekat, terkait penyuntikan vaksin DBD itu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri sudah menegaskan, vaksin dengue diberikan untuk mencegah demam berdarah. Vaksin diberikan kepada masyarakat dengan rentang usia 9 hingga 45. Vaksin dengue akan paling manjur jika mulai diberikan pada anak usia 9 hingga 16.




Apa Itu Penyakit Kulit Rosacea?

Sebelumnya

Waspadai Dampak Negatif Sinar Matahari pada Kesehatan Bibir

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health