Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

SEBAGIAN orang menganggap bahwa campak hanya bisa menyerang anak-anak. Tapi nyatanya, campak juga bisa menyerang orang dewasa hingga berisiko menderita komplikasi yang parah.

Meski kasusnya cukup jarang, namun campak pada orang dewasa juga bisa terjadi, terutama pada mereka yang belum pernah terkena campak sebelumnya dan tidak mendapatkan imunasi saat kecil.

Penularan campak pada orang dewasa dapat terjadi melalui sentuhan langsung dari tangan yang menyentuh permukaan benda yang terinfeksi, yang kemudian tidak sadar menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan yang terinfeksi virus tersebut.

Umumnya, infeksi paramyxovirus ini merupakan penyebab terjadinya campak secara bertahap. Pada orang dewasa sendiri, campak baru muncul sekitar 10-14 hari setelah seseorang terpapar virus.

Beberapa gejala atau tanda awal dari penyakit campak yang mungkin dialami di antaranya adalah:

- Demam tinggi hingga 40°C,

- Batuk kering,

- Mata merah dan berair (konjungtivitis),

- Sensitif terhadap cahaya,

- Pilek dan bersin,

- Kelelahan, dan

- Menurunnya nafsu makan.

Selang dua atau tiga hari kemudian, muncul bintik-bintik putih keabuan yang akan timbul pada mulut dan tenggorokan. Kemudian muncul ruam merah yang akan menyebar ke seluruh tubuh.

Namun ketika mengalami campak, orang dewasa lebih rentan terkena komplikasi lain seperti:

1. Pneumonia

Penyakit campak merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, sehingga penyakit ini juga bisa menyebar dan menyebabkan infeksi pada paru-paru, atau yang disebut pneumonia.

Pneumonia sendiri bisa menyebabkan peradangan pada kantong udara di dalam paru, yang sering dialami oleh orang dewasa dengan sistem imun yang lemah.

2. Ensefalitis

Sistem imun yang lemah misalnya karena leukimia atau HIV/AIDS pada penderita campak juga bisa menyebabkan peradangan pada otak, atau yang disebut ensefalitis. Biasanya, ensefalitis dapat terjadi tepat setelah seseorang terkena campak, atau ketika beberapa bulan setelahnya.

Bahayanya, penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi lain seperti kebutaan hingga kerusakan otak.

3. Masalah kehamilan

Ibu hamil yang belum pernah terkena campak atau belum mendapatkan vaksin campak nampaknya perlu berhati-hati untuk menghindar dari penyakit ini selama kehamilan.

Sebab, komplikasi campak pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga bayi lahir mati (stillbirth).

Untuk itu, orang dewasa juga perlu untuk mewaspadai serangan virus yang menyebabkan campak ini, agar terhindar dari penyakit komplikasi lainnya, dan mendapatkan satu dosis vaksin MMR, bagi yang belum pernah divaksinasi saat kecil atau yang tidak yakin dengan status vaksinasinya.




Puasa Tetap Aman Bagi Pengidap Diabetes Melitus

Sebelumnya

Cegah TBC pada Anak dengan Vaksin BCG, Jangan Lupa Kenali Efek Sampingnya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health