post image
KOMENTAR

SAAT ini semakin banyak perempuan bergerak menjadi womanpreneur karena dimudahkan oleh digitalisasi.

Dunia digital memungkinkan perempuan untuk berbisnis dari rumah, bahkan sekalipun masih berstatus karyawan tetap perusahaan.

Namun di balik kemudahan itu, perempuan tetap harus bersikap profesional. Baik dalam menjalankan peran sebagai istri sekaligus ibu, pekerja, maupun pebisnis.

Terdengar sulit?

Untuk bisa membagi waktu dengan baik antara urusan rumah, kantor, dan bisnis, setidaknya ada tiga hal yang wajib dilakukan seorang perempuan.

Disiplin menerapkan manajemen waktu yang efektif

Manajemen waktu menjadi kunci dari banyaknya aktivitas yang dijalankan. Jika kita sudah membuat manajemen waktu, jangan lupa untuk mendelegasikan tugas kepada support system kita agar pembagian waktu itu bisa berjalan dengan baik. Dan jika kita ingin hasilnya baik, maka kita harus disiplin dalam menajemen waktu.

Dengan manajemen waktu yang baik, kita juga bisa menjalankan ibadah semaksimal mungkin dan tidak kehilangan momen untuk selalu bersyukur dan introspeksi diri.

Menyisihkan "me time" yang menjadi mood booster

Meluangkan waktu untuk "me time" yang berdampak positif bagi mental kita adalah hal wajib. Menyisihkan waktu untuk diri sendiri bukan pemborosan, melainkan investasi agar kita selalu sehat secara fisik maupun mental dan optimal dalam menjalankan berbagai peran.

Satu hal yang penting, me time juga tak melulu soal menghabiskan waktu sendiri. Berkumpul menciptakan momen hangat bersama keluarga tercinta juga bisa menjadi mood booster, yang membuat kita selalu bersemangat menjalani suka duka dalam berbisnis maupun pekerjaan tetap.

Tidak malas mempelajari hal baru

Ada banyak inovasi dan kreativitas yang bisa digali, baik itu terkait tugas di pekerjaan tetap kita maupun dalam membangun bisnis. Jangan pernah malas mempelajari hal baru agar kinerja kita semakin optimal dan cara kerja kita semakin cerdas.

Satu hal yang perlu diingat, bagaimanapun juga keluarga adalah prioritas utama. Selesaikan dulu urusan pasangan dan si buah hati, setelah itu kita akan merasa lebih lega dan termotivasi untuk merajut aktualisasi diri. Fighting!




Bukan Perempuan 'Biasa', Inilah Sosok Erina Gudono Sang Calon Mantu Presiden Jokowi

Sebelumnya

Membanggakan, Perempuan Muslim Berdarah Palestina Ini Jadi yang Pertama Duduki Kursi Parlemen Georgia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Women