post image
Ilustrasi booster 1 untuk lansia/Net
KOMENTAR

SEJAUH ini, pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan (nakes) yang mendapatkan suntikan booster kedua. Vaksin booster kedua bagi nakes dilakukan, mengingat mereka memerlukan imunitas yang tinggi untuk lebih dekat dengan pasien Covid-19.

Namun, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Erlina Burhan mengatakan, tidak hanya nakes yang memerlukan booster kedua, tapi juga lansia. Hal ini dikarenakan imunitas lansia yang terus mengalami penurunan.

“Lansia itu risiko tinggi untuk terinfeksi Covid-19,” tegas Erlina.

Menanggapi permintaan IDI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lewat juru bicaranya Mohammad Syahril mengatakan, pemerintah kini lebih memfokuskan diri untuk memberikan booster pertama kepada masyarakat umum.

Berdasarkan data Kemenkes per 15 September 2022 pukul 18.00 WIB, cakupan vaksinasi booster pertama baru mencapai 26,45 persen. Target capaian mengalami penurunan usai Lebaran 2022.

“Vaksinasi ketiga meningkat pada awal April, kemudian terjadi penurunan yang disebabkan oleh banyak hal,” kata Syahril.

Dia mengaku, saat ini Kemenkes telah menyusun sejumlah strategi untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster 1. Harapannya, kekebalan tubuh masyarakat meningkat.

Cakupan Booster II Nakes

Pemerintah memulai vaksinasi Covid-19 dosis keempat (booster II) bagi nakes pada 29 Juli 2022. Targetnya, sebanyak 1,9 juta nakes mendapatkan vaksin tambahan ini.

Dan data Kemenkes hingga Jumat (16/9), vaksinasi booster kedua sudah diberikan kepada 522.033 nakes. Ini artinya, cakupan booster II bagi para nakes mencapai 35,54 persen.

“Dengan mempertimbangkan semakin banyaknya jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19, maka diperlukan upaya untuk memberikan vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua bagi SDM kesehatan,” begitu bunyi keterangan tertulis Kementerian Kesehatan, 29 Juli 2022.




ISEF 2022 Resmi Dibuka, Wapres Ma'ruf Amin: Bank Indonesia Menjadi "Hamzah Washal Kabir" untuk Industri Halal di Indonesia

Sebelumnya

Bank Dunia Tegaskan Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2030 Tidak Akan Tercapai, Mengapa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News