Penampakan ruang operasi di lantai R KKHI Makkah./Kemenkes RI
Penampakan ruang operasi di lantai R KKHI Makkah./Kemenkes RI
KOMENTAR

DALAM hitungan jam, tim Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah berhasil menyulap sebuah ruang kosong menjadi ruang tindakan dengan standar dan keamanan yang baik. Persis pukul 19.00 WAS, ruang tindakan KKHI Makkah siap mengoperasi pasien pertama.

“Hari ini dalam waktu kurang dari tiga jam, kita sudah mempersiapkan ruang operasi,” ujar dr. Hendra Syamsidi Zahani, Spesialis Anestesi yang juga merupakan Penanggung Jawab Ruang ICU KKHI Makkah, Kamis (30/6).

Menurut informasi yang dikutip dari website resmi Kementerian Kesehatan RI, ruang tersebut memiliki kelengkapan memadai selayaknya ruang operasi yang standar. Ruangan yang terletak di lantai R KKHI Makkah ini direkayasa sedemikian rupa, sehingga aman untuk dilakukan tindakan operasi hingga level sedang.

“Bahkan kita membuat tata ruang udara ruang operasi ini sangat standar sehingga keamanan dan keselamatan pasien menjadi yang utama dalam kita membuat ruang operasi ini” lanjut dr. Hendra.

Semua tim terlibat dalam pembentukan ruang tindakan. Mulai dari Tim dokter Spesialis, Tim Perawat, Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Tim Logistik, Tim Perbekalan Kesehatan, sampai Tim Sanitasi, untuk memastikan ruangan dapat segera dimanfaatkan dan proses operasi segera dilaksanakan.

Menurut dr. Hendra ruangan yang ada sangat kondusif untuk dijadikan ruangan tindakan, sehingga tidak banyak perubahan yang dilakukan. Bentuk rekayasa yang dilakukan khususnya pada pemasangan hepa filter yang dimanfaatkan sebagai exhaust.

Upaya yang dilakukan tim PPI diantaranya mulai dari membersihkan ruangan, mengisi ruangan dengan meja tindakan, lampu operasi, meja instrumen, suction, alat anestesi dan sebagainya, Menutup celah jendela, Melakukan sterilisasi instrumen bedah, serta melengkapi bahan medis habis pakai.

Sementara kelengkapan yang disiapkan tim obat dan perbekalan kesehatan meliputi Silk 2,3 chromic tapper, 3,0, 2,0 reverse cutting, bupivacaine, surgicryl PGA 2, 0, 4.0. surgery set, nylon 3.0 dan 2.0, serta cairan infus.

Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan ruang tindakan terbentuk sesuai dengan standard, siap untuk digunakan, serta menjamin keamanan dan kenyamanan pasien.

“supaya ruang operasi ini memang betul betul menjadi ruang tindakan yang standar untuk keamanan dan keselamatan pasien. Dan jemaah bisa kita berikan perlindungan, pelayanan kesehatan yang memadai.” Ujar dr. Hendra.

Bukan tanpa sebab, pembukaan ruang tindakan sebagai upaya untuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi Jemaah Haji yang diawat di KKHI Makkah. Hal ini disampaikan oleh Kepala KKHI Makkah dr. Andi Ardjuna Sakti.

“Semua ini dilakukan mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan pasien yang kita rawat. Semoga kedepannya ruangan ini akan berfungsi jauh lebih baik” harap dr. Ardjuna.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS mengatakan bahwa KKHI memang didesain untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan semaksimal mungkin bagi jemaah haji indonesia.

“Seluruh Petugas berikhtiar demi keselamatan jemaah haji. Seluruh aktivitas yang sifatnya life saving harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Indonesia di fasilitas pelayanan kesehatan yang kita miliki, baik di tingkat kloter, sektor, ambulans, maupun KKHI” Ujar dr. Budi beberapa waktu sebelumnya.




Rakerkesnas 2024, Presiden: Indonesia Harus Bisa Manfaatkan Bonus Demografi

Sebelumnya

Tak Lagi Berstatus Ibu Kota, Jakarta Siap Melesat Jadi Pusat Perdagangan Dunia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News