post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

ALLAH menitipkan anak kepada setiap keluarga. Sudah barang tentu titipan tersebut dijaga dan dididik sebaik mungkin, karena Allah menginginkan mereka kembali dalam keadaan yang terbaik.

Sebagai orangtua, perihal mendidik adalah sama, yaitu mengajarkan kepada anak mengenai hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan dan apa yang disyariatkan oleh agama.

Walau begitu, Rasulullah Saw mengajarkan hal berbeda dalam mendidik anak laki-laki, utamanya dalam kesabaran dan memberikan rasa kasih sayang.

Berikut ini teladan Nabi Muhammad Saw. saat mendidik anak laki-laki, yang bisa kita jadikan tauladan.

Ajari Ilmu Tauhid & Akidah

Anak laki-laki harus diperkenalkan dengan ilmu tauhid (ketuhanan) dan akidah (keimanan). Kedua ilmu ini wajib diperkenalkan sejak mereka kecil.

Sebagai permulaan ajari mereka untuk mengucapkan "Lailaha illallah" (tiada Tuhan selain Allah). Begitu pula ketika anak laki-laki kita hendak meninggal dunia, ajarkan ucapan yang sama.

"Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat "Lailaha-illallah". Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah "Lailaha-illallah". Sesungguhnya, barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya "Lailaha illallah", kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apapun tidak akan ditanyakan kepadanya." (Sya'bul Iman)

Kalimat ini diyakinan akan membawa anak laki-laki sebagai pemimpin keluarga yang memiliki bekal ilmu akidah yang baik.

Ajarkan Ilmu Agama

Agama adalah pondasi kehidupan, jadi tanamkan sejak dini ilmu agama yang sangat besar manfaatnya bagi masa depan anak.

Bimbing putra Ayah Bunda untuk menjalankan perintah-Nya, bedoa sebelhm dan sesudah melakukan sesuatu. Ajarkan pula mereka doa-doa harian serta kenalkan sosok Nabi dan rasul.

Teladani sikap Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Ajari ia membaca Al Qur'an, pemilik semua jawaban atas kesusahan hidup, imani dan kenalkan mereka pada rukun iman dan Islam.

Bacakan pula kisah-kisah Nabi, karena dengan cara-cara sederhana seperti ini anak akan mengenali agamanya.

Ajarkan Shalat dan Puasa

Rasulullah bersabda: "Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

Shalat merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Jadi, ajarkanlah shalat sejak mereka kecil.

Begitu pula dengan puasa, jika belum mampu bisa berpuasa setengah hari. Namun jika sudah mampu, biasakan untuk berpuasa hingga waktu berbuka.

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul. Ia berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ajarkan Mandiri, Bertanggung Jawab, dan Menjadi Pemimpin

Rasulullah mengajarkan anak laki-laki untuk menjadi seorang pemimpin, mandiri, dan bertanggung jawab. Sebagaimana firman Allah SWT:

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). (QS. An-Nisaa': 34).

Ceritakan kisah teladan Nabi dan Rasul sehingga mereka bisa mengikutinya. Jangan lupa untuk selalu mencontohkan bagaimana seorang laki-laki semestinya bersikap.

Sementara kemandirian merupakan salah satu kunci menjadi orang yang sukses dan behasil di masa depan. Anak laki-laki yang sudah terbiasa mandiri, misalnya saat mengatur keuangan rumah tangga maupun pekerjaan, akan sukses nantinya.




Bunda, Kenali dan Waspadai Ciri Anak Depresi. Begini Cara Mengatasinya

Sebelumnya

Di Balik Alasan Mengapa Usia Anak Masuk SD Harus 7 Tahun?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting