post image
Jika Ayah Bunda tahu apa penyebab anak tantrum, cobalah berbicara kepadanya. Katakan kalau Ayah Bunda mengerti apa yang dirasakannya/ Net
KOMENTAR

TANTRUM adalah perilaku anak yang menangis histeris hingga sulit ditenangkan. Terkadang, anak yang tantrum juga melakukan aktivitas motorik seperti memukul, membanting barang, atau berguling-guling di lantai.

Anak yang tantrum sering kali membuat orangtua panik, apalagi kalau tantrumnya di depan umum. Selain panik, orangtua cepat sekali merasa malu dan terkadang justru bertindak yang menyakiti anak. Bukan berhenti menangis, anak justru semakin berulah.

Untuk mengatasi anak yang sedang tantrum di muka umum, ada beberapa cara tepat menanganinya agar orangtua juga tidak malu.

Mengutip Hai Bunda, ini 6 langkap tepat untuk mengatasi anak yang sedang tantrum:

1. Tetap tenang dan jangan panik

Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan orangtua saat melihat anaknya tantrum adalah tetap tenang. Akui kondisi anak yang sedang marah-marah.

Coba menarik napas panjang dan berpikir jernih. Upayakan tetap tenang dan tidak membentak anak. Jika sudah bisa mengendalikan diri sendiri, maka orangtua bisa mengambil langkah selanjutnya.

2. Berikan sentuhan kasih sayang

Selanjutnya, setelah bisa mengendalikan diri, sejajarkan posisi dengan anak. Tatap matanya dan bicara perlahan.

Sentuhlah bagian kepala si kecil, usap rambutnya, tepuk punggungnya dengan lembut dan berikan pelukan agar anak merasa nyaman.

Jika si kecil menolak pelukan, jangan marah. Berikan sedikit ruang dan katakan, "Bunda tahu kakak sangat marah dan ingin memukul, tapi Bunda tidak mau. Kalau mau, kakak tendang bantal yang ada di sana."

3. Berempati kepada anak

Jika Ayah Bunda tahu apa penyebab anak tantrum, cobalah berbicara kepadanya. Katakan kalau Ayah Bunda mengerti apa yang dirasakannya.

4. Berikan penjelasan

Setelah berempati, biasanya emosi anak mulai berkurang. Di sinilah waktu yang tepat untuk berbicara dan memberikan penjelasan.

Sebagai langkah awal, tanyakan kembali apa yang diinginkannya. Kemudian jika memang saran Ayah Bunda dibutuhkan, berikanlah penjelasan secara perlahan.

Tapi, lihat lagi kondisi si kecil ya. Sebab kadang kala mereka hanya perlu untuk didengar.

5. Jangan menuruti kemauannya

Ingat ya Ayah Bunda, menuruti kemauan anak tantrum memang bisa membuat "kehebohan" cepat selesai. Tapi, itu justru akan menjadi bumerang karena sewaktu-waktu pasti anak akan tantrum kembali jika permintaannya tidak dituruti.

6. Bicarakan perilakunya dan konsekuensinya

Setelah anak bisa dikendalikan, bicarakan perilaku yang baru saja dilakukannya. Bicarakan pula konsekuensinya.

Jelaskan bahwa semua tindakan tentu ada konsekuensi. Jika tidak ingin menerima konsekuensi yang buruk, maka berperilakulah yang baik.

 

Close X

Tanpa Sadar Orangtua Bisa Jadi Pembully Anak. Perhatikan Hal Berikut Ini !

Sebelumnya

Cegah Sifat Boros pada Anak, dengan 9 Trik Berikut

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting