post image
Aktivitas siswa SMK Al-Mufti Subang
KOMENTAR

ERA digitalisasi saat ini memunculkan fenomena baru, semua aktivitas pemasaran dilakukan secara online melalui metode digital marketing. Dengan branding dan marketing digital, suatu usaha dapat dengan mudah menjangkau pasar yang lebih luas dan masif.

Sadar akan hal itu, SMK Al-Mufti Subang memanfaatkan marketing digital untuk memasarkan berbagai keunggulan lembaganya. Di bawah Yayasan Al-Mufti, SMK Al-Mufti Subang memperkenalkan beberapa kompetensi keahliannya, seperti Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Tenik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), dan Teknik Komputer & Jaringan (TKJ).

Bekerjasama dengan PT Astra Daihatsu Motor sejak 2016, SMK Al-Mufti memiliki sinkronisasi kurikulum, pengajar dari industri, sehingga siswa dapat melakukan magang di bengkel resmi Daihatsu, mendapatkan sertifikasi kompetensi guru, donasi mesin, dan unit praktek.

Karena itu pula, pada 2018 SMK Al-Mufti mendapatkan akreditasi A untuk penilaian sekolah yang tergabung dalam Program Pintar Bersama Daihatsu (PBD) dan menjadi Daihatsu School Skill Center (DSSC), atau tempat pendidikan dan pelatihan guru serta siswa se-Jawa Barat.

Pada 2020, SMK Al-Mufti menjadi SMK Center of Excellence (COE) dan menjadi fokus pengembangan DOJO (balai latihan) siswa dan guru. Ada 9 DOJO yang dimiliki, yaitu Dojo Safety Man, Dojo Fundamental Skill, Dojo Measurement Skill, Dojo Toyota Production System, Dojo Total Productif Mantenance, Dojo Welding, Dojo Elelctrical, Dojo Overhaul, dan Dojo Service.

"Balai latihan ini bertujuan mengasah keterampilan sebagai bekal bekerja di industri maupun wirausaha," kata Rusamanudin, Kepala SMK Al-Mufti.

Serupa dengan SMK 3 Kuningan, Sekolah ini memiliki 8 keahlian yaitu Desain Permodelan dan Informasi Bangunan, Bisnis Konstruksi dan Properti, Multi Media, Teknik Bisnis Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik Otomasi Industri, dan Teknik Audio Video.

Tahun lalu, SMK 3 Kuningan bekerja sama dengan Samsung Tech Institute dalam kurikulum Teknik Audio Video (TAV). Kerjasama ini membekali siswa keterampilan teknisi berbasis perbaikan elektronik.

Bentuk kerjasamanya meliputi pelatihan guru, praktek kerja siswa, dan rekrutmen di service center.

"Lulusan program ini diharapkan memiliki nilai lebih dalam berkompetisi mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri," ucap Fuad, Kepala SMK 3 Kuningan.

Mendukung digitalisasi ini, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Dikbud Ristek RI dan Syandra Academy (PT Dyandra Promosindo), menghadirkan program pengembangan khusus untuk SMK di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta, pada 1-18 Juni kemarin.

Program ini telah dijalankan di SMK Al-Mufti lewat fasilitas Aplikasi Sistem Informasi Sekolah dan Aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru yang dapat diakses melalui website. 

Begitupun dengan SMK 3 Kuningan yang memanfaatkan digitalisasi untuk menginformasikan berbagai kegiatan unggul sekolah. Dengan begitu, para stakeholder mudah mencari sekolah unggulan.

"Saya berharap, program ini dapat meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, sehingga dapat mendukung program link and match untuk mengembangkan kurikulum dan pelatihan yang diterapkan pada siswa," ujar Rumpako Adi, Dyandra Academy Director.

Deklarasi Gerakan #akuberdaya, Siap Lejitkan Multiperan 1 Juta Perempuan Indonesia dalam Waktu 1 Tahun

Sebelumnya

Nina Nugroho & Eva Yunizar Sepakat tentang Fesyen Mampu Melejitkan Semangat #akuberdaya Perempuan Profesional

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel C&E