post image
Moderna mengklaim bahwa vaksin buatan mereka aman dan tampaknya efektif pada remaja/Net
KOMENTAR

DI TENGAH pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman nyata di dunia saat ini, vaksin merupakan salah satu hal yang paling dinantikan banyak orang. Awal pekan ini, salah satu pembuat vaksin Covid-19, yakni Moderna mengklaim bahwa vaksin buatan mereka aman dan tampaknya efektif pada remaja.

Klaim itu disampaikan pihak Moderna dalam sebuah pernyataan publik pada Selasa (25/5). Dalam pernyataan itu mereka menjelaskan bahwa dalam ujicoba Fase 2/3 dari 3.732 anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun di Amerika Serikat, tes darah menunjukkan bahwa vaksin tersebut menghasilkan respons kekebalan yang setara dengan temuan sebelumnya pada orang dewasa.

Mengutip kabar yang dimuat CNN, ujicoba tersebut sebenarnya tidak dirancang untuk melihat secara khusus kemanjuran vaksin. Namun, pengamatan awal menemukan bahwa tidak ada anak yang menerima vaksin yang jatuh sakit dengan Covid-19 mulai 14 hari setelah dosis kedua.

Sementara itu, empat dari anak-anak yang menerima plasebo dinyatakan positif Covid-19, yang menurut Moderna "konsisten dengan kemanjuran vaksin 100 persen". Pihak Moderna sendiri mencatat bahwa angka tersebut dapat berubah karena lebih banyak data yang dikumpulkan.

Dalam ujicoba yang dilakukan oleh Moderna itu, kasus didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki setidaknya dua gejala virus corona atau satu gejala dan tes Covid-19 positif.

Pihak perusahaan juga meninjau seberapa baik vaksin itu bekerja setelah satu dosis diberikan. Hasilnya menunjukkan bahwa vaksin itu 93 persen efektif setelah satu dosis suntikan untuk mencegah kasus ringan Covid-19.

Mereka mengklaim, vaksin itu secara umum dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada masalah keamanan yang signifikan yang teridentifikasi.

Meski begitu, mereka mencatat ada sejumlah efek samping termasuk sakit kepala, kelelahan, nyeri otot dan menggigil setelah pemberian dosis kedua. Nyeri di tempat suntikan juga kadang-kadang terjadi.

Setelah penemuan ini, pihak Moderna berencana untuk menyerahkan hasilnya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pada awal Juni, bersama dengan permintaan otorisasi untuk menggunakan vaksin pada remaja.

Sejauh ini, vaksin Covid-19 Moderna telah diizinkan untuk digunakan pada orang yang berusia 18 tahun ke atas, namun belum mengantongi izin untuk pemberian pada anak di bawah usia 18 tahun.

Close X

Apakah Vaksin Covid-19 di Indonesia Dapat Melindungi Orang Dengan Komorbid?

Sebelumnya

Kemenkes Ungkap Kecenderungan Varian Delta Banyak Ditularkan Pada Anak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health