post image
Sebanyak apa pun buih di lautan, tidak akan mampu menyamai banyaknya kasih sayang orangtua kepada buah hati/ Net
KOMENTAR

MEMILIKI perasaan cinta dan kasih sayang merupakan anugerah maha dahsyat dari Yang Maha Kuasa. Di dalam cinta dan kasih sayang terkandung segala motivasi untuk kita melangkah dalam kehidupan.

Namun atas nama cinta dan kasih sayang pula kita bisa terjatuh ke jurang keterpurukan, yaitu ketika kita tidak mampu mensyukuri dan salah memaknainya.

Dalam keluarga, ada cinta dan kasih sayang tulus yang tidak ternilai yaitu cinta dan kasih orangtua terhadap anaknya. Sebanyak apa pun buih di lautan, tidak akan mampu menyamai banyaknya kasih sayang orangtua kepada si buah hati. Dan atas nama cinta itulah, orangtua berjuang untuk memberikan yang terbaik dan melakukan apa pun demi anaknya.

Menjadi orangtua merupakan jabatan luar biasa karena tidak semua orang diberi kesempatan oleh  Allah menduduki jabatan itu di dunia. Saking luar biasanya, dalam jabatan tesebut terselip amanah yang harus dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Namun masih ada orangtua yang kurang memahami amanah tersebut, yaitu amanah bertanggung jawab atas pendidikan anak dan mengawal anak dalam proses menuju dewasa hingga menemukan jati dirinya.

Allah menjadikan pada hati ayah dan ibu rasa cinta yang begitu luas terhadap anak agar keduanya merasa rindu untuk mendidik, menjaga, serta memperhatikan segala kebutuhan anak. Tanpa adanya rasa cinta dan kasih sayang, orangtua tidak akan pernah sabar menjaga anak dan tidak akan peduli dengan pendidikan dan kebutuhan lain anaknya.

Kita mengetahui bahwa setiap manusia memiliki karakter dan sifat unik yang berbeda. Begitu pun ayah dan ibu, tak jarang menemui perbedaan pendapat tentang cara mengurus si buah hati. Namun hadirnya cinta dan kasih sayang mampu menyatukan perbedaan pendapat keduanya. Hingga kemudian akan melahirkan sikap yang menyejukkan jiwa dan kesabaran dalam melalui fase demi fase.

Marilah melihat sosok ibu. Dialah orang yang terdekat dengan anak. Dialah wanita yang siap bertaruh nyawa untuk anaknya. Ibu adalah wanita hebat yang menjadi pahlawan bagi anaknya.

Sejak dalam kandungan, anak sudah memiliki keterikatan fisik dan emosional dengan ibunya. Kedekatan itulah yang akan menentukan kepribadian dan karakter anak. Dan begitu anak terlahir ke dunia, ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya, al ummu madrasah al ula. Ibulah sosok pertama yang menanamkan norma kebaikan sekaligus sebagai teladan dalam bersikap.

Berbicara tentang ibu sebagai pendidik nomor satu bagi anak, peran penting ibu ini terlihat mencolok di masa pandemi. Pandemi Covid-19 mengharuskan sekolah meniadakan kegiatan tatap muka langsung sekaligus mengharuskan ibu menjadi guru sambung dalam mengawal pendidikan anak di rumah.

Wahai ibu, tak perlulah mengeluh....Saat inilah engkau bisa meningkatkan kualitas kebersamaan dengan anak yang kelak menjadi pengalaman manis ketika anak dewasa. Walaupun kerap menguji kesabaran, ibu harus mampu membuat anak bahagia dalam menjalankan pendidikan dari rumah.

Percayalah, ibu adalah wonder woman sesungguhnya yang berjuang selama 24 jam sehari semalam. Begitu krusialnya peran ibu dan besarnya tanggung jawab ibu dalam mendidik anak membuat kedudukan seorang ibu sangat diagungkan dalam Islam.

Lalu bagaimana peran ayah dalam mendidik dan membimbing anak? Adalah sebuah pemikiran kuno jika ayah hanya bertanggung jawab untuk mencari nafkah. Yang paling bijak adalah ketika ayah ikut andil dalam proses parenting. Seperti menjadi teman bermain bagi anak—terlebih lagi di masa pandemi—untuk mengurangi kejenuhan yang anak rasakan selama harus berada di rumah.

Ketika ibu mengkhawatirkan, ayah menyemangati. Seorang ayah juga mengajarkan anak untuk berani mengambil keputusan, berani mengambil risiko, mendisiplinkan anak, sekaligus melindungi anaknya. Dan ayah pulalah yang menjadi penasihat anak saat buah hatinya nanti menjalani hubungan saat dewasa.

Oleh karena itu, rasa cinta dan kasih sayang orangtua dalam keluarga menjadi teramat penting. Ketika ayah dan ibu bersinergi dalam mendampingi dan membimbing anak, maka menjadi sebuah kolaborasi yang harmonis. Saat itulah cinta dan kasih sayang orangtua menjelma menjadi motivasi anak untuk meraih cita-citanya.

Teruntuk para orangtua, jadilah orangtua yang penuh cinta kasih untuk anak. Ingat selalu anak akan terbentuk karakternya menjadi shaleh manakala orangtua memenuhi hak anak untuk dicintai dan disayangi.

Dan  untuk anak, ingatlah... ketika dunia seperti tidak bersahabat denganmu, ada cinta orangtua yang selalu memelukmu. Di setiap hembusan napasmu, di setiap aliran darahmu, ada doa orangtua yang mengalir untukmu.

Tentulah cinta yang tak bertepi dalam hidupmu adalah cinta dan kasih sayang dari orangtuamu. Maka muliakanlah kedua orangtuamu serta mintakanlah ampunan Allah untuk mereka.

 

Close X

2 Kematian dan 2 Kehidupan yang Mesti Dilalui Setiap Insan

Sebelumnya

Ketika Hanya Doa Yang Dapat Menyambungkan Silaturahmi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Islam