Phuket merupakan salah satu daya tarik pariwisata di Thailand/Net
Phuket merupakan salah satu daya tarik pariwisata di Thailand/Net
KOMENTAR

THAILAND bersiap membuka kembali keran pariwisatanya secara perlahan namun bertahap. Negara tersebut akan menerima wisatawan asing pertamanya ketika penerbangan dari China tiba minggu depan.

Ini adalah kali pertama Thailand membuka kembali sektor pariwisata setalah memberlakukan pembatasan perjalanan karena pandemik Covid-19.

Menurut keterangan Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand Yuthasak Supasorn pada Selasa (29/9), penerbangan pertama akan membawa sekitar 120 wisatawan dari Guangzhou, terbang langsung ke pulau resor Phuket.

"Wisatawan akan mendapatkan visa tinggal lama, mulai 8 Oktober dan akan tinggal di karantina negara alternatif selama 14 hari," kata Yuthasak.

Pengunjung membutuhkan asuransi kesehatan dan tes virus corona negatif 72 jam sebelum bepergian dan akan diuji dua kali di karantina.

"Sistem perlindungan Thailand dapat mencegah gelombang kedua," kata juru bicara pemerintah Traisulee.

"Kami telah mencegah penularan lokal selama 100 hari sebelumnya," katanya, seraya menambahkan hal itu membuat Thailand menarik bagi pengunjung yang ingin menghindari infeksi.

Thailand sendiri diketahui merupakan salah satu negara di kawasan ASEAN yang berhasil menekan angka penularan virus corona agar tetap rendah jika dibandingkan negara lainnya di kawasan yang sama. Sejauh ini, tercatat ada 3.559 kasus infeksi virus corona dengan 59 kematian di Thailand.

Namun negara tersebut sangat terpukul dalam sektor ekonomi karena larangan pengunjung asing masuk sejak April lalu. Padahal, pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan sumbangan terbesar bagi pemasukan negara.

Juru bicara pemerintah Traisulee Traisoranakul memperkirakan bahwa dengan dibukanya kembali pariwisata Thailand, akan ada sekitar 1.200 wisatawan pada bulan pertama dan menghasilkan pendapatan sekitar 1 miliar baht.

Meski begitu, Thailand masih memberlakukan larangan penerbangan dari sejumlah negara yang dianggap masih berisiko tinggi akan Covid-19.

"Kami tidak membuka negara, kami membatasi jumlah entri dan akan mengatur dengan gelang pergelangan tangan, serta aplikasi untuk mengikutinya," kata Perdana Menteri Prayut Chan-ocha pekan ini, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Pemerintah Thailand sendiri memperkirakan hanya akan ada sekitar 6,7 ​​juta pengunjung asing tahun ini. Jumlah ini merosot tajam jika dibandingkan tahun 2019 lalu di mana 39,8 juta pengunjung asing datang ke Thailand.




Menaker Ida Fauziyah di International Labour Conference 2024: Indonesia Usung Misi Perlindungan Pekerja, Kesetaraan, dan Keberlangsungan Usaha

Sebelumnya

KBRI Kairo Resmikan Gerai Ban dan Pelek Kendaraan Indonesia di Kota Madinaty Mesir

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News