Jaya Suprana/Net
Jaya Suprana/Net
KOMENTAR

SATU di antara sekian banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat pada masa pageblug Corona adalah bermain dengan apa yang disebut sebagai teka-teki.

Cukup banyak jenis teka-teki, antara lain teka-teki tanya-jawab, teka-teki logika, teka-teki sejarah, teka-teki ekonomi, teka-teki politik, teka-teki trivial, teka-teki kata-kata, teka-teki bilangan, teka-teki deret angka dan lain-lainnya.

Kali ini mari kita mencoba bermain dengan teka-teki deret angka. Tentu saja ini cuma ajakan bukan paksaan. Bagi yang tidak suka teka-teki silakan melakukan kegiatan yang lebih disukai.

Deret Angka

Kita mulai saja dengan yang super mudah yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, ……. yang rasanya para alumnus SD pasti tahu bahwa jawabannya adalah 7 karena deret angka disusun berdasar penambahan 1 terhadap setiap angka sebelumnya.

Juga yang sama super mudahnya adalah 1, 2, 4, 8, 16, 32 , …….. yang jawabannya adalah 64 karena deret angka berdasar pengalian 2 terhadap setiap angka sebelumnya, mirip jawaban 1 terhadap teka-teki deret angka 1, 1, 1, 1, 1, 1, …… akibat 1 : 1 = 1. Masalah menjadi agak lebih sulit pada teka-teki deret angka 2, 4, 16, 256, 65.536, …… bagi yang tidak menguasai pengkwadratan.

Dan apabila memang bisa dipersulit, maka kenapa tidak dipersulit dengan teka-teki deret angka bertumpu pada pemikiran arimetikal yang lebih rumit atau menyesatkan maka lebih sulit seperti misalnya:

Pertanyaan

1. 2, 7, 24, 77 , ……

2. 3, 7, 15, 31, ……

3. 28, 29, 1, 2, …..

4. 7, 22, 65, 196 …..

5. 7, 14, 21, 28, ……
 

Jawaban

1. 238 karena 2X3+1, 7X3+3, 24X3+5, maka kelanjutannya adalah 77X3+7.

2. 63 karena setiap angka selalu dikali 2+1

3. 3 karena itu urutan tanggal bulan Februari 2020 lanjut ke Maret 2020

4. 587 dari setiap angka dikali 2 + 1 digilir dengan angka yang dikali 2-1. 5.

5 karena deret angka tersebut merupakan urutan tanggal setiap hari Minggu bukan Juni 2020 lanjut ke tanggal hari Minggu bulan Juni 2020 dan selanjutnya silakan dilanjutkan sampai akhir jaman asal ada kalendernya.

Penulis adalah pembelajar tekatekimologi




Viral, Seorang Terapis Diduga Lakukan Kekerasan kepada Anak Penyandang Autisme

Sebelumnya

Menggratiskan Tes PCR Pasti Mampu Jika Mau

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana