Ilustrasi Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur/Ist
Ilustrasi Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur/Ist
KOMENTAR

JIKA Leo Tolstoi menggubah kisah Tiga Pertapa Sakti, maka Gus Dur mencipta kisah Tiga Polisi Jujur.

Sebagai pendiri Perhimpunan Pencinta Humor serta pembelajar humorologi, saya terkejut atas reaksi Alissa Wahid terhadap kisah Ismail Ahmad dipolisikan gegara berkisah kisah Gus Dur bahwa hanya ada tiga polisi jujur yaitu yaitu patung polisi, polisi tidur, dan pak Hugeng. Mbak Alissa memaklumatkan “Indonesia Gawat Humor” sambil menyarankan agar sebaiknya polisi jangan menuntut Ismail Ahmad namun Gus Dur akibat kasus kisah tiga polisi jujur.

Gus Dur

Saya terkejut karena setahu saya Mbak Alissa adalah putri sulung Gus Dur yang sangat mencintai ayahndanya, kok bisa tega-teganya menyarankan polisi menuntut Gus Dur dalam kasus kisah tiga polisi jujur yang setahu saya juga pernah dikisahkan oleh Mendagri yang kebetulan juga mantan Kapolri, Jenderal Polisi Purnawirawan DR Tito Karnivan.

Setahu saya akibat kisah tiga polisi jujur itu Gus Dur sebagai pencipta kisah dan Pak Tito sebagai pemviral kisah tidak pernah dipolisikan. Kisah tiga polisi jujur juga sempat berulang kali dikisahkan kembali oleh Gus Dur sendiri pada berbagai kesempatan pada saat sebelum, sedang, dan setelah Gus Dur menjadi presiden di mana saya saksi hidup bahwa alih-alih marah, malah para polisi ikut tertawa gelak-gelak akibat tidak merasa bahwa lelucon itu menghina polisi.

Mungkin karena belum pernah dengar kisah tiga polisi jujur versi Gus Dur itu, maka ada yang tega memolisikan Ismail yang mengulang kisah tiga polisi jujur kreasi Gus Dur. Seharusnya para polisi bersyukur, sebab menurut Gus Dur masih ada tiga polisi yang jujur!

Paranormal

Setelah menghayati alasan mbak Alissa agar polisi menuntut almarhum ayahnya, baru lambat laun saya dapat menenangkan diri karena terbukti Mbak Alissa mewarisi kesaktian humor Gus Dur. Mengingat Gus Dur sudah almarhum, maka Mbak Alissa menyarankan jalur spiritual dan paranormal. Jika mau menuntut Gus Dur, silakan seorang polisi yang memiliki daya new paranormal untuk melalui medium jailangkung memanggil arwah Gus Gur untuk dating kembali ke dunia fana demi memenuhi panggilan Bareskrim. Atau bisa juga jika ada polisi new paranormal memiliki aji roh meninggalkan raga segera terbang ke surga untuk menanyakan kisah tiga polisi kreasi Gus Dur langsung pada arwah Gus Dur atas izin imigrasi surga tentunya.

Jika kesulitan memperoleh visa surga, bisa juga pakai teknologi spritual teleconference secara virtual audio visual online alam baka dengan dunia fana tanpa risiko karantina mandiri maupun tidak mandiri.

Doa

Ada yang menganalogkan kisah Gus Dur tentang tiga polisi jujur dengan kisah Gur Dur tega menyamakan DPR dengan TK. Saya setuju bahwa kisah tiga polisi rawan ditafsirkan sebagai pencemaran nama baik polisi, namun saya tidak setuju pernyataan Gus Dur bahwa DPR sama dengan TK.

Menurut saya, menyamakan DPR demgan TK berarti mencemarkan nama baik TK yang masih polos, jujur, dan tulus itu. Maka demi keselamatan diri saya sendiri, kini saya cepat-cepat bersujud memanjatkan doa memohon perkenan Yang Maha Kuasa melindungi saya dari ancaman dipolisikan oleh yang terluka hati akibat saya menafsirkan Gus Dur menyamakan DPR dengan TK sebagai pencemaran nama baik TK. AMIN.

Penulis adalah seorang cantrik Gus Dur




Viral, Seorang Terapis Diduga Lakukan Kekerasan kepada Anak Penyandang Autisme

Sebelumnya

Menggratiskan Tes PCR Pasti Mampu Jika Mau

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Jaya Suprana