post image
Ani Yudhoyono
KOMENTAR

KAMI telah membeli tiket penerbangan ke Singapura dan reserve kamar hotel di Singapura agar pada tanggal 4 Juni 2019 akhirnya kami dapat mewujudkan rencana menjenguk Ibu Ani yang sedang dirawat di National University Hospital, Singapore.

Rencana bezuk Ibu Ani cukup lama tertunda akibat saya mengalami serangan jantung  disusul operasi buang empedu.

Kami sangat terkejut menerima berita dari Pak Suryo Prabowo dan Mas Andi Malarangeng bahwa Ibu Ani telah meninggalkan dunia fana ini bertepatan pada Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2019 pukul 11.50 waktu Singapura.

Kesenian

Kami tidak mungkin melupakan budi baik Ibu Ani.

Beliau selalu tulus bermurah hati meluangkan waktu berharga beliau demi melimpahkan perhatian terhadap kegiatan kesenian yang kami lakukan.

Ibu Ani mendampingi suami tercintanya, Presiden SBY menghadiri pergelaran kesenian yang kami selenggarakan antara lain Konser Untuk Rakyat di Gedung Kesenian Jakarta.

Ibu Ani setia mendampingi presiden SBY menyaksikan pergelaran Wayang Orang Indonesia Pusaka dengan lelakon Banjaran Gatotkaca di Istana Merdeka sebagai rangkaian pergelaran lelakon yang sama di Sydney Opera House dan UNESCO Paris.

Ibu Ani juga setia mendampingi kehadiran Presiden SBY pada pergelaran Gala Konser Para Pemenang Indonesia Pusaka International Piano Competition di Istana Bogor. Puluhan peserta kompetisi yang terdiri para pianis muda berbakat dari 12 negara bangga dan bahagia dapat berfoto bersama Presiden dan Ibu Negara Indonesia.

Perkasa

Bahwa Ibu Ani adalah seorang perempuan perkasa budi-pekerti dapat saya simpulkan dari pengakuan beliau kepada saya bahwa beliau tegar menghadapi segala cemooh, caci-maki serta hujatan warganet yang ditujukan kepada diri Ibu Ani sendiri.

Namun ibu Ani mengaku sangat kecewa apabila cemooh, caci-maki serta hujatan warganet ditujukan kepada Presiden SBY yang telah begitu tulus mempersembahkan seluruh jiwa-raga untuk mengabdi bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Ibu Ani tidak keberatan suaminya dikritik namun Ibu Ani sangat keberatan apabila suami tercintanya dicemooh, dicacimaki, dihujat apalagi difitnah! Namun yang layak dihormati adalah sikap ibu Ani dan pak SBY tidak pernah tega hati melaporkan rakyat Indonesia ke polisi atas dugaan penghinaan terhadap kepala negara.

Wake Up Call

Pada hakikatnya wafatnya Ibu Ani merupakan wake-up call bagi bangsa Indonesia untuk tersadar bahwa masa hidup manusia sebenarnya terbatas dan dapat berakhir setiap saat.

Maka sebaiknya jangan sia-siakan waktu hidup yang terbatas dan fana ini sekedar untuk saling cemooh, cacimaki, hujat, fitnah, lapor ke polisi demi saling membenci bahkan saling menyelakakan sesame warga Indonesia apalagi pada bulan suci Ramadhan yang sebenarnya merupakan bulan kasih-sayang.

Dengan penuh kerendahan hati saya berdoa memohon kepada Allah Yang Maha Kasih berkenan menerima arwah ibu Ani di sisi Allah Yang Maha Kasih.

Selamat Jalan, Bu Ani!

Penulis adalah seorang rakyat Indonesia yang sangat menghormati Ibu Ani Yudhoyono.




Menggratiskan Tes PCR Pasti Mampu Jika Mau

Sebelumnya

Kapan Nobel untuk Indonesia?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana