Anwar Abbas/Terkini.id
Anwar Abbas/Terkini.id
KOMENTAR

SUATU bangsa akan maju jika menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Lewat kedua hal tersebut, suatu bangsa dapat mendorong dan memajukan ekonomi bangsa dan negaranya. Jika demikian, secara politis negara tersebut akan dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Untuk menciptakan hal demikian, peran pendidikan -terutama perguruan tinggi- sangat besar karena menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan dan mencetak manusia-manusia yang unggul, inovati, kreatif, terampil, berdaya saing tinggi, dan responsif terhadap perubahan serta mampu merekayasanya ke arah yang lebih baik.

Itulah alasan jika suatu bangsa ingin maju, maka harus dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada rakyat, terutama generasi muda, untuk dapat mengenyam Pendidikan di perguruan tinggi. Tidak hanya untuk tinggak sarjana muda (S1), tetapi hingga S2 bahkan S3.

“Pertimbangan itulah yang membuat banyak negara maju menekan biaya kuliah semura mungkin, bahkan menggratiskannya. Anehnya, di Indonesia, lewat kebijakan baru yang dikeluarkan Kemendikbud, yang terjadi justru sebaliknya. Uang kulian melonjak tinggi, bahkan hingga tiga sampai empat kali lipat dari sebelumnya,” kata Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kebijakan baru tersebut bisa dipastikan hanya berpihak pada orang kaya yang memiliki banyak uang. Tidak salah jika kemudian banyak yang mengartikan bahwa pemerintah tengah mengkhianati dirinya sendiri, karena sejatinya tugas negara dan pemerintah -sesuai dengan amanat konstitusi- adalah melindungi rakyat, mencerdaskan dan mensejahterakannya.

Karenanya, besar harapan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bisa mengatasi permasalahan ini secepatnya dan sebaik-baiknya. Jangan sampai pemerintah dan DPR dianggap telah membuat kebijakan yang diskriminatif terhadap rakyatnya sendiri, tanpa memikirkan Nasib orang-orang miskin yang memiliki pendapatan yang rendah.

“Kita tahu, maju dan mundurnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Dan kita juga tahu, perguruan tinggi merupakan salah satu tempat yang sangat strategis untuk mencapai tujuan yang dimaksud,” ujar Anwar.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News