Ilustrasi bekerja usai libur Lebaran/Traveloka
Ilustrasi bekerja usai libur Lebaran/Traveloka
KOMENTAR

LIBUR Lebaran usai, saatnya memulai aktivitas seperti sebelumnya. Anak-anak kembali bersekolah dan orang tua disibukkan lagi dengan urusan pekerjaannya. Tetapi ingat, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar kondisi tubuh tetap fit, tidak mager (malas bergerak), dan tetap semangat.

Praktisi Kesehatan Masyarakat dr Ngabila Salama, menyarankan untuk melakukan kegiatan CERDIK agar bugar dan produktif sesudah libur lebaran. Apa saja aktivitas CERDIK tersebut?

Cek Kesehatan Rutin. Pastikan kondisi tubuh sehat, seperti tekanan darah di bawah 140/90 mmHg, kadar gula, kolesterol, lemak, dan asam urat dalam kondisi normal. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dengan melakukan pengecekan rutin gratis di puskesmas terdekat atau klinik kantor masing-masing.

Enyahkan Asap Rokok, karena akan menurunkan imunitas sehingga lebih mudah terserang batuk, pilek, dan sesak napas.

Rajin Aktivitas Fisik. Lakukan peregangan ringan di kantor selama 15 sampai 30 menit, setiap jam 10.00 dan 14.00 atau pastikan mencapai target 8.000 sampai 10.000 langkah per hari.

Diet yang Seimbang untuk mengurangi berat badan. Terapkan intermittent fasting dengan puasa minimal 14-16 jam dalam 24 jam, atau lakukan puasa Syawal. Puasa intermittent dapat dilakukan sesuai jam yang dikehendaki, misalnya jam 20.00 sampai 10.00 atau sampai pukul 12.00. Saat berpuasa tidak diperbolehkan minum minuman manis, tetapi diperbolehkan mengonsumsi sesuai jumlah kalori harian.

Istirahat Cukup. Tidur tujuh jam per hari adalah hal wajib dan maksimalkan power nap di kantor saat jam istirahat selama 15-30 menit. Power nap sangat membantu tubuh kembali berenergi, sehingga bugar dan menghilangkan kantuk dengan cepat.

Kelola Stres. Berbagi cerita dan buah tangan degan teman kerja, interaksi serta saling berempati dan tidak mudah baper.

“CERDIK dapat meningkatkan imunitas dan mencegah dari sakit menular serta tidak menular. Untuk mencegah penyakit menular, disarankan melengkapi imunisasi gratis, termasuk COVID-19 dan Influenza,” kata dr Ngabila Salama.




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News