Anak korban perang di Gaza/Getty
Anak korban perang di Gaza/Getty
KOMENTAR

KEPALA UNRWA (Badan PBB untuk pengungsi Palestina) Phillippe Lazzarini menyebutkan fakta mencengangkan terkait anak-anak yang menjadi korban meninggal dalam agresi Israel di Gaza.

“Mengejutkan. Jumlah anak yang dilaporkan terbunuh dalam waktu empat bulan di #Gaza lebih banyak dari jumlah anak yang terbunuh dalam empat tahun perang di seluruh dunia,” tulis Lazzarini di media sosial X, Selasa (12/3).

Perkataan Lazzarini didasarkan pada angka yang dirilis PBB yaitu 12.193 anak terbunuh dalam perang di seluruh dunia yang berlangsung pada tahun 2019 hingga 2022.

Sementara Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan lebih dari 12.300 anak meninggal dunia akibat serangan Israel selama kurun Oktober 2023 hingga akhir Februari 2024.

“Perang ini menjadi perang terhadap anak-anak, ini perang terhadap masa kecil dan masa depan mereka,” ungkap Lazzarini, dikutip dari The New Arab.

Secara keseluruhan, serangan Israel telah memakan 31.184 korban jiwa di Gaza, dengan sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Dengan masih berlangsungnya pemboman dan serangan darat Israel, tidak menutup kemungkinan jumlah anak yang menjadi korban jiwa dalam konflik Israel-Hamas ini akan terus bertambah.

Berkaitan dengan tingginya jumlah anak yang menjadi korban perang di Gaza, sebuah video yang diunggah akun Palestine Info Center (9/3) menjadi viral di X.

Video memperlihatkan seorang seorang rabi di Israel menyerukan pemusnahan seluruh warga sipil di Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak.

Eliyahu Mali, berbicara dalam audiensi di sekolah agama Shirat Moshe di Jaffa, yang dipimpinnya. Ia mengatakan pembunuhan seluruh warga sipil di Gaza sejalan dengan ajaran hukum Yahudi, yang dikenal sebagai Halakha.

Dia berbicara kepada para pelajar yang bertugas di militer Israel.

“Jangan menyayangkan satu jiwa pun,” yang menurut Mali merupakan aturan dasar ketika melakukan perang suci, dalam hal ini Gaza, menurut doktrin Yahudi.

Mali menambahkan bahwa tidak ada makhluk tak berdosa. Seorang lansia masih mampu membawa senapan dan menembak. Seorang perempuan akan melahirkan anak-anak yang kelak menjadi ‘teroris’.

“Apakah anak-anak juga harus dibunuh?” seseorang bertanya.

“Hari ini dia masih anak-anak…besok dia adalah seorang pejuang,” kata Mali.

Mali mengklaim, berdasarkan angka yang diperoleh tentara Israel, sebagian besar warga Palestina di Gaza ingin memusnahkan "kita" – tanpa menjelaskan apakah yang dimaksudnya adalah orang Yahudi atau orang Israel.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News