Ilustrasi tiga bunga/Freepik
Ilustrasi tiga bunga/Freepik
KOMENTAR

SEKALIPUN hidup di dunia yang fana, tetapi setiap insan tetap meminta yang pasti-pasti saja. Manusia relatif kurang menyukai ketidakpastian disebabkan dapat menimbulkan guncangan kepada jiwa.

Uniknya, Rasulullah mengabarkan tiga kepastian, yang selama ini malah dipandang sebagai ketidakpastian bagi mereka yang berhati lemah.

Ibnu Hamzah Al-Husaini Al-Hanafi Ad-Damsyiqi dalam bukunya Asbabul Wurud Jilid 2 (2011: 289) mengungkapkan:

Rasulullah bersabda, “Tiga hal dipastikan atasnya; tidak berkurang harta seseorang karena sedekah, tidak teraniaya seseorang karena penganiayaan yang ia sabar memikulnya kecuali Allah akan menambahkan kepadanya kemuliaan dan kebesaran. Dan tidaklah seseorang membuka pintu meminta-minta melainkan Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran.” (HR. Ahmad)

Hadis ini merangkum tiga prinsip utama dalam ajaran Islam yang sepatutnya menjadi bagian dari keyakinan penganutnya, yaitu keutamaan sedekah, kedahsyatan kesabaran, dan menjauhi minta-minta.

Kepastian itu mungkin mengherankan bagi kebanyakan orang, tapi sengaja dijelaskan oleh Rasulullah karena mengandung arahan dalam kebaikan hidup. Berikut penjabaran dari nilai-nilai tersebut:

Pertama, tidak berkurang harta karena bersedekah.

Secara kasat mata, sedekah adalah kegiatan memberi atau menyerahkan harta yang kita miliki. Sekilas ada yang berkurang dari kepemilikan disebabkan terjadinya sedekah.

Akan tetapi Nabi Muhammad memastikan tidak akan berkurang harta disebabkan sedekah. Karena Allah akan terus melimpahkan rezeki bagi siapapun yang ikhlas menyedekahkan hartanya.

Ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya sebuah amal kebajikan, tetapi juga investasi yang memberikan manfaat jangka panjang. Sedekah tidak hanya membantu orang yang membutuhkan, tetapi juga membuka pintu keberkahan dan kemurahan rezeki dari Allah Swt.

Kedua, kemuliaan bersama kesabaran.

Rasulullah juga mengajarkan bahwa kesabaran dalam menghadapi penganiayaan akan dihargai oleh Allah, dengan cara menambahkan kemuliaan dan kebesaran kepada orang tersebut.

Kesabaran bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuatan batin yang tangguh berkat keimanan kepada Allah. Dalam menghadapi cobaan dan kesulitan, kesabaran sangat berperan dalam membangun ketahanan jiwa, bahkan memperoleh pahala yang besar di sisi Allah.

Dengan sabar, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lapang dada, melepaskan beban dendam, dan memperoleh ketenangan batin. Menjadi korban penganiayaan dan tidak pula berdaya tentulah kondisi yang tidak mengenakkan, tetapi kesabaran justru mengangkat derajat orang tersebut.

Ketiga, menjauhi meminta-minta.

Pada hakikatnya, meminta-minta atau bergantung pada belas kasihan orang lain secara berlebihan tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Karena agama luhur ini mengajarkan kemandirian dan kerja keras dalam mencari rezeki.

Rasulullah menegaskan suatu kepastian bahwa siapapun yang meminta-minta justru akan dibukakan pintu kefakiran kepadanya. Semakin giat dalam meminta-minta yang terjadi malah semakin terpuruk ke lembah kemiskinan, dan yang terburuk itu ialah jiwanya yang miskin. Sebab peminta-minta hanya punya mental bergantung pada yang lain, bukannya berjuang membangun kemandirian.

Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras, bersungguh-sungguh, dan bertawakal kepada Allah dalam meraih rezeki. Dengan menjauhi meminta-minta, seseorang akan belajar menghargai dirinya sendiri.

Keutamaan sedekah, ketabahan dalam kesabaran, dan menjauhi minta-minta merupakan prinsip-prinsip yang berharga. Dengan mengamalkan nilai-nilai tersebut, umat Islam dapat membangun kehidupan duniawi dan ukhrawi yang dijamin Tuhan kepastiannya.




Menyibak Rahasia Syawal

Sebelumnya

Apakah Kita Layak Merayakan Kemenangan?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur